BoltimDaerah

Peringati Hari Ibu, Dinkes dan TP-PKK Gelar Khitanan Masal Gratis

309
×

Peringati Hari Ibu, Dinkes dan TP-PKK Gelar Khitanan Masal Gratis

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Sebanyak 50 anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), sukses menjalani khitanan masal secara gratis yang diprakarsai Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama TP-PKK Boltim, pada Selasa (20/12/2022).

Sekretaris Dinkes Boltim, Helmi Lasama mengatakan, kegiatan khitanan masal gratis telah dilaksanakan di dua tempat berbeda, dimana untuk pelayanan di Puskesmas Tutuyan ditargetkan sebanyak 25 orang dan RSUD Pratama Boltim sebanyak 25 orang.

“Dalam rangka memperingati hari ibu ke-94 tahun 2022, maka TP-PKK dibantu Dinkes Boltim, melaksanakan khitanan masal. Tentunya kegiatan ini atas prakarsa Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Seska Ervina Budiman S.Sos,” ujar Helmi.

Helmi menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan itu dikatakan sangat memuaskan. Jumlah peserta sunatan melebihi target yang diharapkan.

Baca Juga :  DKP Boltim Ajukan Hak Akses OSS-RBA, Perkuat Sistem Keamanan Pangan

“Alhamdulillah kegiatan di dua tempat dapat berjalan dengan sukses tanpa adanya hambatan. Untuk peserta sunatan di Puskesmas Tutuyan juga mengalami peningkatan, dimana dari 25 orang yang diharapkan, bertambah menjadi 43 anak,” kata Helmi.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Seska Ervina Budiman S.Sos pada kesempatan sebelumnya menjelaskan, bahwa dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 21 Desember 2022, maka pihaknya akan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang diantaranya sunatan masal gratis kepada anak kurang mampu.

“Semoga apa yang kami lakukan kepada masyarakat ini akan membantu memulihkan perekonomian yang mendera Indonesia, khususnya Kabupaten Boltim. Kedepan, tentunya kita akan terus meningkatkan pelayanan yang prima untuk membantu masyarakat Boltim,” pungkas Ervina (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  Pemkab Boltim Bergerak, Warga Lanut Terdampak Segera Didata untuk Relokasi