PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mencatat sebanyak 22 kasus pasien positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di tahun 2022.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Boltim, dr. Hamdan Korompot, pada Selasa (27/09/2022).
“Terakhir pada bulan Juni 2022 ada ketambahan 1 pasien, setelah sebelumnya Dinkes Boltim mencatat sebanyak 25 kasus positif HIV/AIDS di Tahun 2022 ini,” ujar Hamdan.
Namun demikian, Hamdan menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebanyak 4 pasien yang positif HIV/AIDS telah dinyatakan meninggal dunia. Hingga sekarang, data menunjukkan masih terdapat 22 pasien yang berstatus positif dan sedang menjalani perawatan.
“Sekarang ada 22 pasien yang tercatat dan sedang dalam tahap perawatan intensif. Yang menjadi masalah sekarang, mungkin masih ada beberapa masyarakat yang memiliki gejala HIV, namun tidak memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat,” terang Hamdan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Sapruddin Gobel S.KM menghimbau, agar terhindar dari virus HIV sebaiknya masyarakat yang merasa ada gejala agar segera melakukan cek status di Puskesmas terdekat. Sementara untuk pasien yang memiliki gejala HIV, agar segera datang ke Puskesmas terdekat untuk upaya pengobatan secara rutin.
Dalam beberapa minggu infeksi HIV, gejala seperti flu seperti demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan dapat terjadi.
“Minimal masyarakat yang memiliki gelaja seperti flu, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan atau penurunan daya tubuh, maka bisa cek status agar kita terhindar dari ancaman virus HIV ini. Sementara pada pasien, kendati tidak memiliki harapan untuk sembuh secara total, namun masih bisa memperpanjang usia harapan hidup. Jadi diharapkan agar rutin melakukan pengobatan,” Imbau Sapruddin.
Diketahui, virus HIV merupakan singkatan dari ‘human immunodeficiency virus’. Virus HIV sendiri merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophagesā komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsi kekebalan tubuh manusia. (Billy)
















