BoltimDaerah

Cuaca Ekstrem, BPBD Boltim Imbau Masyarakat Tetap Waspada

296
×

Cuaca Ekstrem, BPBD Boltim Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL COM, BOLTIM – Warga masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dihimbau agar tetap waspada dengan adanya cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2022.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim, Elvis Siagian, Rabu (26/10/2022).

“Kepada semua masyarakat Boltim, terutama nelayan, petani, maupun pengendara, supaya tetapkan mengedepankan prinsip kewaspadaan. Hal ini perlu diingatkan mengingat cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah Boltim,” ujar Elvis.

Elvis mengatakan, terutama para nelayan untuk tetap mewaspadai akan gelombang tinggi, paska meningkatnya itensitas curah hujan dan angin kencang.

“Apalagi jika hujan turun di malam hari, tentu berpotensi akan gelombang tinggi. Cuaca buruk seperti angin kencang biasanya bersamaan turun jika hujan terus melebat,” terang Elvis.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Pentingnya Moderasi Beragama untuk Jaga Kerukunan Boltim

Selain itu, Elvis mengatakan, cuaca buruk seperti hujan lebat juga berpotensi datangnya bencana seperti tanah longsor dan sebagainya.

Akan hal itu, dia pun mengingatkan, bahwa masyarakat yang bermukim di daerah pegunungan agar waspada dengan tanah longsor dan angin kencang.

“Untuk masyarakat terutama petani yang bermukim diperkebunan juga harus waspada. Hindari tanah longsor dan pohon tumbang akibat angin kencang,” terang Elvis.

Sementara itu, Warga Kotabunan Selatan, Adi Paputungan (37), saat bersua dengan wartawan, mengungkapkan sudah hampir sebulan dirinya dan nelayan lain tidak beraktivitas dilautan. Hal ini diwaspadai para nelayan, mengingat tingginya itensitas curah hujan yang disertai angin kencang.

“Sudah masuk satu bulan ini kami memang tidak melaut. Alasannya tentu cuaca ekstrem. Jika pada malam hari, hujan akan turun disertai angin kencang. Jika dipaksakan akan membahayakan dan sudah pasti hasil tangkapan juga akan kurang,” kata Adi.

Baca Juga :  Penataan ASN di Boltim Diperkuat, DKP Ikuti Sosialisasi Anjab dan ABK

Terpisah, Warga Tombolikat Selatan, Kecamatan Tutuyan, Alpian Makalunsenge (40), mengungkapkan, dalam menghadapi cuaca ekstrem, dirinya beserta keluarga telah mengurangi aktivitas diperkebunan.

Kata Alpian, biasanya mereka kerab tinggal diperkebunan, namun karena adanya angin kencang maka untuk sementara hanya bepergian dan tidak tinggal diperkebunan.

“Sekarang memang lagi musim panen cengkih. Kami tentu tinggal dikebun untuk memanen buah cengkih. Namun karena ada angin kencang, saya dan istri menjadi takut. Bahkan untuk memanen buah cengkeh dikebun, kami sekarang memilih tinggal dikampung,” ucap Alpian.

Sebelumnya, BPBD Boltim menyebut sejumlah titik rawan longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Boltim. Wilayah tersebut di antaranya wilayah Tobongon, Motongkad, Kotabunan, Jiko Belanga, Kokapoy dan jalan Atoga.

Baca Juga :  Warga Lanut Keluhkan Dampak Tambang, Pemkab Boltim Siapkan Lima Langkah Penanganan

Untuk itu, Pemerintah mengimbau agar masyarakat yang berada di zona rawan bencana agar sedini mungkin bersiaga dari potensi bencana. (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow