Wasekjen PB HMI Desak Kapolda Metro Jaya Copot Kapolres dan Kabag Ops Jakarta

  • Whatsapp

TERNATE, PilarAktual.com – Wasekjen Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) R.Ranjes Reubun, menyesalkan sikap tidak terpuji yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian di Mapolres Jakarta Pusat.

Diketahui, atas insiden tersebut ada sebanyak 15 orang massa Aksi Kader HMI Se-Jakarta telah di tindak kekerasan oleh pihak polisi.

Bacaan Lainnya

Ranjes menceritakan kronologis tersebut, awalnya Kejadian ini diawali dari aksi Penolakan PPKM yang dilakukan oleh kader HMI di depan KFC Cikini, namun aksi berlangsung damai dibawah guyuran hujan yang cukup deras. Setelah 10 menit massa aksi melakukan orasi terlihat kepolisian dengan 2 mobil truk tahanan dan 1 mobil pengurai massa terlihat masuk dari arah stasiun Cikini.

Berselang lama kemudian, pihak kepolisian langsung melawah arah dan menyergap Massa Aksi dari belakang, tanpa ada koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu pihak kepolisian secara arogan langsung menarik orator dan menyergap massa aksi.

“Massa aksi kemudian terpecah dan semua mengamankan diri di Sekretariat HMI Cilosari 17, tapi kemudian aparat kepolisian mengejar masa aksi hingga masuk kedalam Cilosari 17 tepatnya di Sekertariat HMI.

Tak hanya itu, Sambung Ranjes. Bahkan aparat kepolisian terlihat menerobos masuk di Sekretariat bersama Cilosari 17 juga melakukan pengerusakan terhadap sekretariat HMI. Sehingga banyak kader yang mendapatkan pemukulan dari pihak kepolisian bahkan ada juga kader HMI yang dipukul dengan helm hingga batu bata.

” Sikap brutal yang semena mena di tunjukkan oleh pihak kepolisian dalam menyikapi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Kader HMI Se-Jakarta, Itu sangat menyalahi aturan, Olehnya itu selaku Wasekjen PB HMI Jakarta mendesak kepad Kapolda metro jaya agar segera menindak tegas Pihak Kopolisian dalam hal ini Kapolres Jakarta pusat Kombes Pol Hengki dan Kabag Ops Guntur,” Kata Wasekjen PB HMI Ranjes Reubun kepada media ini melalui via Wahadsap, pada Senin (19/7/2021)

Ranjes bilang, selain 15 orang diangkut kepolisian, juga ada kerusakan disejumlah sekretariat HMI Cilosari 17.

” Untuk Kapolda Metro Jaya wajib hukumnya copot Kapolres dan Kabag Ops, kerana tidak mampu memberikan pelayanan terbaik terhadap mahasiswa,” Tegasnya.

Perlu diketahui sehingga berita ini di publis Kapolres dan Kabag Ops Jakarta masih upaya di konfirmasi. (Red)