Minahasa RayaPeristiwaProfil

Munas II Manguni Indonesia Tegaskan Soliditas dan Komitmen Budaya untuk Masa Depan

186
×

Munas II Manguni Indonesia Tegaskan Soliditas dan Komitmen Budaya untuk Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Munas II Manguni Indonesia Tegaskan Soliditas dan Komitmen Budaya untuk Masa Depan

Minahasa, PilarAktual.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Manguni Indonesia (MI) kembali menegaskan perannya sebagai organisasi adat dan kebudayaan yang berakar kuat pada jati diri masyarakat Minahasa.

Hal ini mengemuka dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II yang digelar di Yama Resort, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (22/11/2025).

Pertemuan nasional tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjadi momentum konsolidasi besar organisasi.

Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Recky Roger Koraag kembali dipercaya memimpin MI untuk periode 2025–2030.

Penetapan Recky dilakukan secara aklamasi, menandakan soliditas dan kesepahaman para peserta Munas terhadap arah kepemimpinan yang ingin dibangun.

Bagi MI, keberlanjutan kepemimpinan dipandang penting untuk menjaga stabilitas organisasi, terutama di tengah dinamika sosial-budaya yang terus berkembang.

Baca Juga :  Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Boltim Tindak Lanjuti Catatan Pemprov Sulut

Tidak hanya memilih Ketua Umum, Munas II juga menetapkan dua figur sentral lainnya: Yandi Oroh atau yang akrab disapa Yampo sebagai Ketua Dewan Pembina, serta Ishak Tambani sebagai Ketua Dewan Penasehat. Penempatan kedua tokoh tersebut dianggap menjadi penguat struktur organisasi di tingkat pusat.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina, Yampo menyampaikan pesan yang tegas sekaligus penuh energi kepada seluruh jajaran MI.

Ia menegaskan bahwa Manguni Indonesia bukan sekadar organisasi, melainkan identitas kultural yang melekat dalam diri masyarakat Minahasa.

Menurutnya, Munas bukan hanya tentang menetapkan jabatan, tetapi juga memperbaharui komitmen untuk menjaga martabat dan marwah leluhur.

“Hari ini kita bukan sekadar memilih pemimpin baru. Kita memperbaharui janji untuk menjaga persaudaraan dan menjadi benteng yang menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :  AKBP Handoko Sanjaya Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Ratatotok

Yampo menekankan bahwa kekuatan MI tidak hanya bertumpu pada ketua umum, melainkan pada kesatuan langkah seluruh anggota.

Baginya, organisasi besar lahir dari soliditas, bukan sekadar figur.

Ia juga mengajak seluruh kader MI untuk menjadikan periode lima tahun ke depan sebagai momentum kebangkitan organisasi. Tidak boleh ada ruang perpecahan, apalagi kepentingan pribadi yang mendahului kepentingan budaya.

“Yang kita bawa adalah kepentingan leluhur dan generasi yang akan datang. Dengan semangat kawasaran, torang samua bisa maju,” tegasnya.

Sementara itu, Recky Roger Koraag dalam pidatonya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

Ia menekankan pentingnya satu visi dan satu misi dalam menjalankan agenda kerja organisasi.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Ungkap 825 PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu

“Jika kita bersatu, setiap program dapat berjalan, dan setiap tantangan bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Recky menyebut bahwa amanah yang diterimanya bukan hanya penghargaan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan kerja kolektif.

Dalam periode keduanya ini, ia berkomitmen memperkuat program-program yang menyentuh akar budaya dan memperluas peran MI dalam menjaga identitas Minahasa di tengah perubahan zaman.

Munas II Manguni Indonesia akhirnya ditutup dengan pesan persatuan dan tekad kolektif, menegaskan bahwa organisasi adat terbesar Minahasa ini siap melangkah menuju masa depan dengan semangat baru.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow