Boltim, PilarAktual.com – Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, menjadi pusat perhatian pada Sabtu (12/4/2025) saat masyarakat setempat menggelar perayaan Hari Raya Ketupat.
Tradisi tahunan yang sarat makna ini disambut dengan antusias oleh warga dari berbagai desa, yang berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Acara ini tak hanya menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boltim, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, SE., M.Si, dan Sekretaris TP-PKK, Ny. Lucia K. Sumaiku-Mokoginta, Amd.Kep, turut hadir, memberikan dukungan dan semangat bagi masyarakat dalam menjaga tradisi ini.
Dalam sambutannya, Ny. Rosita menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan kekompakan warga Kecamatan Nuangan.
Ia menilai tradisi Hari Raya Ketupat sebagai cerminan kearifan lokal yang memiliki nilai budaya dan religius tinggi.
āKami sangat mengapresiasi masyarakat Nuangan yang terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Momentum seperti ini penting sebagai penguat jati diri dan harmoni sosial di tengah keberagaman,ā ujarnya.
Rosita juga menyoroti peran strategis perempuan dalam menjaga nilai-nilai keluarga dan kebersamaan melalui kegiatan PKK.
Ia mengajak ibu-ibu PKK untuk terus menjadi penggerak dalam membangun komunitas yang rukun dan mandiri.
Senada, Sekretaris TP-PKK Boltim, Ny. Lucia K. Sumaiku-Mokoginta, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan sosial usai Ramadan dan Idul Fitri.
āTradisi ini bukan hanya sekadar pesta, tetapi juga bentuk nyata dari silaturahmi dan penghormatan terhadap warisan budaya,ā tuturnya.
Perayaan ini diramaikan dengan berbagai kegiatan khas daerah, seperti lomba anak-anak, pertunjukan budaya, serta sajian kuliner tradisional seperti ketupat, opor ayam, dan kue-kue khas lebaran.
Anak-anak dan remaja tampak penuh semangat mengikuti lomba yang digelar panitia, menambah kemeriahan suasana.
Camat Nuangan, Mursit Mamonto dalam kesempatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Ketua dan Sekretaris TP-PKK.
Ia menilai, kehadiran tokoh perempuan dari tingkat kabupaten menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong.
āPerayaan Hari Raya Ketupat ini tidak hanya sebagai tradisi turun-temurun, tetapi juga media memperkuat identitas budaya serta mempererat hubungan sosial antarwarga,ā ujar Camat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar di tahun-tahun mendatang, perayaan ini dapat digelar lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat.
















