Berita UtamaBoltim

Bupati Sachrul Tanamkan Nilai Budaya Daerah Kepada Siswa di Boltim

155
×

Bupati Sachrul Tanamkan Nilai Budaya Daerah Kepada Siswa di Boltim

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Kecintaan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S.Sos, M.Si terhadap budaya daerah kelahirannya patut diapresiasi oleh setiap pemimpin di daerah.

Pasalnya, nilai budaya yang melekat dihati mantan Ketua DPRD Boltim itu, yakni budaya Bolaang Mongondow ikut diturunkan kepada para generasi penerus bangsa di Kabupaten Boltim yang diantaranya siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim Yusri Damopolii S.Pd MM mengatakan, sebagai wujud kecintaan Bupati Boltim kepada daerah, maka beliau mengintruksikan kepada pihak Dikbud agar segera menerapkan nilai budaya di semua sekolah yang ada di Boltim.

Bupati meminta agar semua siswa sebagai generasi bangsa agar dapat menumbuh kembangkan nilai kebudayaan daerah, mulai dari penerapan bahasa daerah hingga pelaksanaan tarian dana-dana yang hukumnya wajib dilaksanakan oleh semua siswa di Boltim.

Baca Juga :  Pastikan Ketersediaan Stok BBM di Ketapang Aman, Polres Ketapang Himbau Warga tetap Tenang

“Sebagai tindak lanjut dari apa yang diharapkan oleh pak Bupati, maka setiap Kamis sudah ditetapkan sebagai hari penerapan budaya daerah. Setiap siswa di sekolah hukumnya wajib menanamkan nilai budaya daerah agar tertanam sebagai warisan leluhur Bolaang Mongondow,” ujar Yusri, melanjutkan intruksi Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si, Kamis (28/07) siang ini.

Yusri mengungkapkan, nantinya dalam penerapan kebudayaan daerah itu, semua guru serta siswa wajib menggunakan bahasa Mongondow dan belajar tarian dana-dana.

“Jadi setiap hari Kamis, semua guru dan murid harus menggunakan bahasa Mongondow. Tak hanya itu, mereka juga wajib mengembangkan budaya dana-dana yang kemudian diajarkan kepada siswa di sekolah,” kata Yusri.

Baca Juga :  Refleksi 18 Tahun Boltim, Bupati dan Wakil Bupati Paparkan Strategi Masa Depan Daerah

Yusri menambahkan, bagi guru maupun siswa yang belum bisa menggunakan bahasa Mongondow agar sebisa mungkin untuk belajar. Baik guru maupun siswa yang bukan etnik Mongondow pun diwajibkan untuk belajar karena sudah menjadi bagian dari masyarakat Boltim.

“Karena penerapan budaya ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap peninggalan leluhur, maka diwajibkan bagi kita untuk belajar dan melestarikannya. Sesuai pesan pak Bupati semua masyarakat Boltim sebisa mungkin harus belajar budaya daerah, karena itu warisan leluhur,” pungkas Yusri (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow