Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur fiskal daerah melalui pengesahan Peraturan Daerah (Perda) terbaru tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Boltim, Senin (tanggal menyesuaikan), yang dihadiri langsung oleh Bupati Oskar Manoppo.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan bahwa Perda ini bukan sekadar produk hukum, melainkan landasan strategis untuk membangun kemandirian fiskal dan memperkuat pelayanan publik.
“Ini bukan sekadar aturan, ini adalah arah baru pembangunan. Dengan Perda ini, kita memperkuat keuangan daerah dan membuka jalan bagi pelayanan publik yang lebih adil, transparan, dan efisien,” ujar Oskar.

Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tersebut merupakan respons terhadap dinamika regulasi nasional serta hasil evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
Bupati menekankan, proses penyusunan perda telah melalui berbagai tahapan penting dari pembahasan teknis lintas OPD, harmonisasi substansi, hingga konsultasi hukum dengan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara.
Menurut Oskar, perda ini dirancang agar pengelolaan pajak dan retribusi di Boltim lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin agar pajak dan retribusi dikelola lebih cerdas dan transparan, sehingga hasilnya dapat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Oskar menyebut bahwa regulasi ini menjadi instrumen utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan meningkatnya PAD, pemerintah memiliki ruang fiskal lebih luas untuk membiayai program prioritas, seperti pembangunan desa, layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Di hadapan anggota dewan, Forkopimda, dan jajaran kepala perangkat daerah, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan apresiasi kepada DPRD Boltim, khususnya Panitia Khusus Ranperda, yang telah bekerja keras mengawal proses legislasi ini hingga tuntas.
“Ini adalah bukti nyata sinergi antara legislatif dan eksekutif. Visi kita satu: menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa visi “Boltim Bangkit” tidak hanya menjadi slogan kosong, melainkan langkah nyata yang dibuktikan melalui regulasi yang kuat dan strategi pembangunan yang terukur.
“Hari ini, kita melangkah lebih jauh. Boltim Bangkit dimulai dari keberanian menyusun kebijakan yang berpihak dan berpandangan jauh ke depan,” pungkas Oskar dengan penuh keyakinan.
















