Albort Tuwo Pasang Baliho Informasi Di Lokasi Dugaan Objek Praktek Mafia Tanah

  • Whatsapp

Minsel, Pilaraktual.com – Kasus dugaan mafia tanah dengan terlapor Sjeddie Watung salah seorang dosen di Unima dan pelapor Albert Tuwo yang adalah salah seorang ahli waris dari 10 bersaudara anak dari keluarga Alm. Tuwo Leleng.

Kasus dugaan mafia tanah yang melibatkan sjeddie watung yang adalah salah seorang dosen unima dan sertifikatnya sudah dibalik nama ke joudie watung mantan anggota dewan propinsi sulut semakin menjadi perhatian publik dan menarik di simak.

Bacaan Lainnya

pihak pelapor Albert Tuwo melakukan pemasangan baliho di lokasi tanah yang bermasalah dengan tujuan memberikan peringatan atau larangan kepada semua pihak agar tidak boleh melakukan aktifitas dalam bentuk apapun di area lokasi tanah objek sengketa ujarnya. 24/03/2021.

Lanjut Albert, “Kami memasang baliho peringatan ini dengan tujuan agar kita menghormati dan semua menjadi tahu bahwa tanah kebun peninggalan orang tua kami atau tanah yang di dapat oleh almarhum kedua orang tua kami semasa hidup berumah tangga sedang bermasalah secara hukum jadi tidak boleh ada aktifitas apapun di area tanah ini ungkap Albert Tuwo”.

Masih kata Albert, dengan di pasangnya baliho informasi ini juga bertujuan kami menjaga agar tidak terjadi persoalan baru lagi di lokasi tanah ini, jadi setiap orang yang beraktifitas tanpa ijin dan atau melakukan kegiatan tanpa sepengetahuan kami pelapor atau para 9 anak ahli waris lainnya maka kami anggap itu ilegal tutup Alber Tuwo.

Sementara ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (LSM AKI) Sulut Noldy Poluakan atau dikenal dengan sapaan akrab Nopol mengatakan bahwa ” kasus ini akan tetap kami kawal karena menurut dugaan kami kasus ini sarat dengan terjadinya mafia tanah yang melibatkan oknum dan instansi terkait contohnya 1 sertifikat di lokasi dan kordinat yang sama tetapi ada 2 AJB dan dalam AJB itu kakak beradik ahli waris lainnya tidak melakukan jual beli dengan pihak terlapor atau Rein Tuwo atau sjeddie watung padahal lokasi tanah dalam sertifikat dan AJB itu di lokasi yang menjadi objek yang sedang berproses kasus hukumnya di polres Minsel kata Poluakan.

Lanjut Nopol dengan di pasangnya baliho informasi itu maka saya pikir itu hal yang wajar dan dengan demikian potensi terjadinya hal yang tidak di inginkan atau untuk menghindar dari perbuatan yang tidak di inginkan, apapun itu mari kita hormati dan hargai proses hukum yang berjalan di pihak Reskrim polres Minsel, kita percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya dan saya sangat yakin mereka akan bekerja profesional sehingga bisa tercipta keadilan tutup Noldy. (*/Heisye)