Minsel, PilarAktual.com – Setelah penantian panjang yang membentang lebih dari satu dekade, jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, akhirnya memiliki rumah ibadah yang selama ini hanya menjadi harapan.
Bangunan gereja yang kini berdiri kokoh itu bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan simbol ketekunan iman, kebersamaan, dan pengorbanan.
Proses pembangunannya dimulai sejak tahun 2009, melalui berbagai tantangan, keterbatasan, serta dinamika yang menguji kesabaran jemaat. Namun, pada tahun 2026, penantian itu berbuah nyata.
Gereja yang diberi nama GMAHK Jemaat Memorial J.P. Runtuwene ini diresmikan dalam sebuah acara penuh sukacita yang dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. Peresmian tersebut menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga masyarakat sekitar.
Sebelum seremoni peresmian dilakukan, kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Rudi Situmorang.
Suasana khidmat terasa sejak awal, mencerminkan rasa syukur mendalam atas perjalanan panjang yang akhirnya mencapai titik terang.
Pembangunan gereja ini sebagian besar didukung oleh dana pribadi, dengan donatur utama yakni anggota DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.
Kontribusinya menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan yang sempat berjalan lambat.
Dalam sambutannya, Felly menyampaikan bahwa pembangunan gereja tersebut bukan didorong oleh kepentingan pribadi ataupun politik, melainkan sebagai wujud nyata dari komitmen iman dan panggilan hati.
“Kami keluarga besar Runtuwene-Lonteng merasa bersyukur boleh berbagi berkat melalui pembangunan rumah ibadah ini. Harapan kami, gereja ini dapat menjadi tempat yang membawa damai, penguatan iman, dan pelayanan bagi seluruh jemaat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai spiritual menjadi landasan utama dalam pembangunan gereja tersebut.
Menurutnya, pesan orang tua, khususnya almarhum J.P. Runtuwene, menjadi inspirasi kuat untuk terus berbagi dan melayani sesama.
Pembangunan gereja ini tidak hanya memperkuat kehidupan rohani jemaat, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Desa Rumoong Bawah.
Kehadiran rumah ibadah yang layak dinilai mampu menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus ruang kebersamaan.
Warga jemaat pun menyambut peresmian ini dengan penuh haru.
Bagi mereka, gereja ini adalah jawaban atas doa panjang yang selama bertahun-tahun dipanjatkan.
Kini, GMAHK Jemaat Memorial J.P. Runtuwene berdiri sebagai bukti bahwa harapan yang diperjuangkan dengan iman dan ketulusan akan menemukan jalannya.
Lebih dari sekadar bangunan, gereja ini menjadi warisan spiritual yang akan terus hidup di tengah generasi mendatang.
















