Minsel, PilarAktual.com – Persoalan infrastruktur dan kebutuhan air bersih menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), saat Anggota DPRD Minsel Harly Yones Kaseger, SE menggelar reses masa sidang ketiga tahun sidang 2025-2026, Sabtu (5/9/2026).
Legislator Partai Golkar yang telah tiga periode duduk di DPRD Minsel tersebut hadir di tengah masyarakat bersama Penjabat Hukum Tua Desa Kakenturan, Meity Tulong, S.Pd. Sejumlah tokoh agama, anggota BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat hingga warga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Meity Tulong menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak. Salah satu persoalan yang paling mendapat perhatian ialah kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Kakenturan dengan Desa Linelean.
Menurut Tulong, jalan tersebut telah mengalami kerusakan cukup parah dan selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan maupun pengaspalan.
Usulan perbaikan, kata dia, telah beberapa kali disampaikan masyarakat dan pemerintah desa.
Ia berharap momentum reses dapat menjadi pintu masuk agar aspirasi tersebut memperoleh perhatian dalam pembahasan anggaran daerah.
Menanggapi keluhan itu, Harly Yones Kaseger atau HYK menyatakan perbaikan jalan tersebut akan menjadi salah satu prioritas perjuangannya.
“Saya juga anggota Badan Anggaran, jadi saya siap pasang badan untuk memastikan perbaikan jalan rusak berat di Desa Kakenturan untuk direalisasikan tahun anggaran 2027,” ujar Yones.
Selain infrastruktur jalan, Yones juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kakenturan.
Ia mengatakan, pembangunan sumur bor masih diupayakan melalui anggaran Silpa APBD. Jika memungkinkan, program tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada perubahan anggaran 2026.
Namun, jika belum memungkinkan, program itu akan diperjuangkan pada tahun anggaran 2027.
Yones juga meminta pemerintah desa segera menyiapkan proposal sesuai mekanisme yang berlaku agar usulan tersebut dapat diproses oleh instansi terkait.
Pada sesi dialog, warga turut menyampaikan sejumlah persoalan lainnya. Edi Tendean mempertanyakan pemindahan proyek jalan Desa Kakenturan ke jalan usaha tani di wilayah Kakenturan Barat dan Bolaang Mongondow Timur.
Sementara itu, warga bernama Joice menyoroti program Desil beasiswa kuliah yang dinilai belum sesuai harapan. Ia mempertanyakan kriteria penerima bantuan yang disebut diperuntukkan bagi siswa berprestasi.
Menanggapi hal tersebut, Yones menyatakan akan menindaklanjuti persoalan beasiswa kepada instansi yang berwenang.
Sementara terkait pemindahan proyek jalan, ia menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Minsel dan memperoleh penjelasan mengenai alasan perubahan lokasi proyek.
Menutup kegiatan reses, Yones mengingatkan masyarakat penerima bantuan program apland agar memanfaatkan bantuan secara tepat.
Warga yang belum memperoleh bantuan juga didorong membentuk kelompok baru sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia turut mengingatkan persoalan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya penyalahgunaan narkoba.
Menurut Yones, meski Modoinding dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan pendapatan per kapita tinggi di Minsel, persoalan narkoba juga menjadi tantangan serius.
“Saya mengajak kita semua sebagai orang tua lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak kita dari bahaya narkoba,” katanya. (*)
















