Sementara itu, dokter Samosir saat dikonfirmasi wartawan media ini membenarkan kejadian tersebut. Ia pun menjelaskan kronologis pasien balita bersama keluarga yang diketahuinya.
Menurut dokter Samosir, pihaknya sudah menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena sepanik apapun pasien, pihaknya harus tetap tenang, tidak boleh panik menerima pasien.
Ia pun menyesalkan pihak keluarga pasien yang sempat membuat status dan menyudutkan pihak Puskesmas Tutuyan di Sosial Media.
“Kalau menurut saya jangan lah seperti itu, kita sudah benar, saya bisa tantang sampai persidangkan pun saya siap bawa orang tuanya, kan saya yang memeriksa, karena gak mungkin diperiksa dalam keadaan berdiri,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Tutuyan, Judi Hartono saat dimintai keterangan terkait pelayanan Puskesmas Tutuyan mengaku tak berada di lokasi saat kejadian tersebut.
Namun begitu ia akan berupaya melakukan evaluasi jika memang kejadian itu benar-benar terjadi di Puskesmas Tutuyan.
“Saya akan tetap evaluasi, tidak mungkin tinggal diam, tetap kita akan tindak lanjuti, kita akan imbau lagi, lebih meningkatkan pelayanan lagi dan tidak terulang, karena pasiaen ini raja,” kata Hartono.
“Tetap saya akan coba untuk perbaikan dengan kejadian seperti ini, bagusnya jadi bahan evaluasi bagi saya dengan teman-teman supaya lebih meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
(Tim Redaksi)
















