Berita UtamaBolaang Mongondow RayaBoltimDaerah

Sehan Landjar : Ada Pejabat Yang Tidak Mau Kerja maka Dia yang Zolim Kepada Rakyat

789
×

Sehan Landjar : Ada Pejabat Yang Tidak Mau Kerja maka Dia yang Zolim Kepada Rakyat

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar SH., terus memantau perkembangan politik di Boltim. Menurut penilaian politisi senior ini ternyata masih banyak oknum yang kerap berupaya merongrong pemerintah daerah dengan menebar isu provokatif.

Tentunya atas penyebaran isi tersebut, Sehan Landjar mengaku prihatin dengan pihak yang menebar isu tidak produktif dengan tujuan meraih pencitraan politik demi kepentingan 2024. Sementara Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, justru fokus bekerja untuk pelayanan rakyat. Berupaya melaksanakan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran akibat krisis ekonomi yang melanda negara.

“Misalnya, ada yang mengaku dizolimi oleh Bupati. Padahal, mereka tidak berbuat apa-apa, tidak mau kerja. Justru yang sifat seperti itulah yang zolim karena tidak menunaikan janji politik kepada masyarakat,” kata Sehan.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Pentingnya Moderasi Beragama untuk Jaga Kerukunan Boltim

Mantan Bupati 2 periode ini menegaskan, bahwa menjual isu dizolimi untuk meraih simpati masyarakat sudah bukan zamannya lagi. Rakyat akan mengukur kinerja para politisi, yang mendapat amanah diembankan rakyat. Siapa yang bekerja untuk rakyat, itu yang pantas mendapat dukungan.

“Masyarakat kita akan melihat hasil pembangunan. Karena itu amanat yang mereka berikan kepada politisi ketika rakyat memilih mereka. Jangan berharap simpati namun anda tidak berbuat apa-apa,” ujar Eyang lagi.

Terkait masalah pembangunan infrastruktur, Eyang memahami kondisi yang terjadi saat ini. Semua kepala daerah pasti mengalami kendala terkait anggaran karena APBD mendapat pemangkasan dari pemerintah pusat. Krisis global saat ini berpengaruh pada kondisi keuangan Indonesia, sehingga banyak rencana pembangunan yang terpaksa dipending atau mengalami perubahan perencanaan.

Baca Juga :  DKP Boltim Ajukan Hak Akses OSS-RBA, Perkuat Sistem Keamanan Pangan

“Saya melihat Bupati Sachrul berupaya melaksanakan pembangunan di tengah kendala anggaran saat ini. Beliau memimpin di masa krisis sejak dilantik tahun 2021, saat itu pandemi Covid 19. Hingga tahun 2023 ini masa resesi ekonomi akibat krisis global. Ini yang harusnya kita dukung, karena seorang pemimpin yang lebih mementingkan daerah dibanding pencitraan politiknya.”

Kepala daerah dipilih rakyat untuk bekerja melayani rakyat, membangun daerah baik fisik maupun sumberdaya manusia. Bukan membangun citra demi kepentingan politik agar dipilih rakyat pada pemilihan berikutnya.

“Mereka punya janji yang wajib dipenuhi kepada rakyat yang memilih mereka di pilkada. Siapa yang bekerja pasti dia yang dipilih kembali. Bukan yang kesana-kemari minta dikasihani, tapi tidak berbuat apa-apa untuk rakyat yang sudah memilihnya. Saya sebagai Bupati guhanga, akan mendukung Sachrul Mamonto menjadi pemimpin yang bekerja untuk rakyat. Beliau wajib kita dukung. Kita beri semangat agar amanah rakyat bisa dia laksanakan,” tutup Eyang. (*)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  Kunjungi Korban KM Virgo Transport 8 di RSUD Ulin Banjarmasin, Dirut Jasa Raharja Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal