Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan, sebagai pilar utama dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Bupati Boltim, Oskar Manoppo, bersama Ketua TP-PKK, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks melalui pemeriksaan Papsmear, yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (3/7/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pemeriksaan Papsmear bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis dalam mencegah penyakit mematikan sejak dini.
“Ini bukan hanya tentang kesehatan perempuan, tapi tentang masa depan keluarga. Perempuan yang sehat akan menjadi penopang keluarga yang kuat. Papsmear adalah salah satu cara preventif yang efektif dan harus kita dorong bersama,” ujar Oskar.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa perempuan, khususnya kaum ibu, memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan keluarga dan generasi yang berkualitas.
Karena itu, pemerintah daerah merasa berkewajiban menyediakan akses layanan kesehatan yang memadai, mudah dijangkau, dan tepat sasaran.
Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, juga menyampaikan pentingnya edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terus meningkat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami ingin kaum ibu berani periksa, berani tahu kondisi kesehatannya. Jangan menunggu sakit. Pemeriksaan dini justru menyelamatkan,” ucap Rosita.
Pemeriksaan Papsmear sendiri merupakan metode skrining yang dapat mendeteksi perubahan sel-sel abnormal pada leher rahim (serviks), sehingga memungkinkan penanganan lebih dini sebelum berkembang menjadi kanker serviks stadium lanjut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Boltim, Moh. Iksan Pangalima, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran tenaga kesehatan di lingkungan Pemkab Boltim.
Para peserta juga diberikan edukasi langsung oleh tenaga medis terkait pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.
Dengan kegiatan ini, Pemkab Boltim ingin menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan perempuan bukan hanya sebatas program, melainkan bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan yang menempatkan perempuan sebagai pusat penggerak keluarga dan masyarakat.
“Keluarga sehat akan melahirkan generasi yang kuat. Dan generasi kuat akan membawa Boltim semakin maju,” tutup Bupati.
















