Mantan Inspektorat Penuhi Panggilan Kejati Malut: “Pekan Depan Jadwal Ketua ULP”

  • Whatsapp

TERNATE, Pilaraktual.com — Setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menetapkan empat orang tersangka. Kini Penyidik Tindak Pidana Husus (Aspidsus) Kejati Malut Kembali Periksa mantan Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara (Malut) Ahmad Purbaya.

Ahmad Purbaya yang juga mantan Inspektorat itu diperiksa atas dugaan korupsi pengadaan kapal Nautika penangkap ikan dan Alat Simulator Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara Senilai 7,8 Miliar Tahun 2019.

Bacaan Lainnya

Usai di periksa Penyidik Kajaksaan Tingggi, Ahmad Purbaya kepada wartawan, Senin (3/5/2021) mengaku, pihaknya diundang oleh penyidik Kejati Malut hanya untuk dimintai klarifikasi terkait pembayaran pengadaan kapal Nautika penangkap ikan dan Alat Simulator.

” Kedatangan saya di Pidsus Kejati Malut hanya dimintai klarifikasi terkait pembayaran pengadaan kapal Nautika penangkap ikan dan Alat Simulator,” katanya.

Lanjut Purbaya, ketika di Sentil terkait hasil laporan inspektorat Malut yang menyatakan tidak ada kerugian. Namun secara spontan mengatakan, pihaknya tidak mencantumkan tidak ada kerugian atau ada kalimat itu.

“Jika terjadi ada kerugian maka bisa di kompensasi melalui pembayaran. Tapi ada menyatakan bahwa tidak ada kerugian, kita belum sampai disitu,”Ujarnya.

Pihkanya juga mengaskan, Inspektorat tidak menguji kualitasnya. Namun hanya menguji Pada kwantitas dan spesifikasi. Olenya itu diwaktu itu ada keterbatasan personil dan keahlian.

Bahkan menurutnya, hal itu sesuai dengan SP2D bukan sesuai pengujian dilapangan.

“Lengkapnya nanti dengan tim pemeriksa Inspektorat yang dulu. Sedangkan untuk dimintai klarifikasi/keterangan, ini baru satu kali,”Pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kasus Korupsi Kapal Nautika dan Alat Simulator sebelumnya penyidik pidana Husus Aspidsus Kejati Malut telah periksa Imam Mahkdi dan Cecilie sebagai saksi.

Sementara Informasi yang himpun media ini bahwa. Pekan depan penyidik Kejati Maluku Utara bakal mengundang Ketua Biro Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Maluku Utara Saifudin Djuba. (**/red)