Maluku Utara

Komunitas BCL Halsel Panen Perdana di Kebun Percontohan

212
×

Komunitas BCL Halsel Panen Perdana di Kebun Percontohan

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Pembina Komunitas BCL Halsel, Salma Samad (kedua dari kanan) bersama Ketua PKK dan Ketua GOW saat panen perdana di kebun percontohan, Senin (3/8/2026).

PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Komunitas Barisan Cinta Lingkungan (BCL) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, melakukan panen perdana tanaman hortikultura di kebun percontohan, Senin (3/8/2026).

Kebun percontohan ini berlokasi di Desa Hidayat, Kecamatan Bacan. Dalam panen perdana tersebut, turut dihadiri Ketua PKK Halsel, Rifa’at Al-Sa’adah, dan Ketua GOW Halsel, Mardiana Bopeng.

Di kebun itu, para anggota Komunitas BCL menanam puluhan jenis tanaman hortikultura. Di antaranya Pakcoi, Kol Kepala, Tomat, Cabai, Kecipir, Bayam, Kangkung, Kacang Panjang, Kemangi, Daun Bawang, hingga Selada.

Ketua Dewan Pembina BCL Halsel, Hj. Salma Samad, mengatakan bahwa kebun percontohan tersebut mulai dirintis pada awal 2026 dengan memanfaatkan halaman depan sekrerariat mereka.

Baca Juga :  Sulit Dapat BBM, Warga Obi Timur Minta Pindahkan APMS ke Desa Sum

Ia juga mengaku tak menyangka, kebun percontohan di pekarangan rumah hasilnya cukup memuaskan. Setiap jenis sayuran yang ditanam, mampu membiayai kegiatan BCL Halsel di sektor lain.

“Sudah beberapa kali warga datang ke sini beli sayuran, dan hasilnya bisa untuk operasional komunitas,” kata Salma di sela-sela panen perdana.

Ia menjelaskan bahwa komunitas yang diinisiasinya, mulanya hanya fokus pada masalah penanganan sampah. Belakangan, gerakan peduli lingkungan diperlebar ke pertanian.

Salma menyebut, setiap sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman hortikultura. Selain itu, kotoran sapi dan ayam petelur juga dijadikan pupuk.

“Tanaman yang ada ini kita gunakan pupuk organik. Kita olah sendiri. Mislnya sampah organik, ini secara otomatis kita juga tekan produksi sampah,” jelasnya.

Baca Juga :  Sulit Dapat BBM, Warga Obi Timur Minta Pindahkan APMS ke Desa Sum

Ketua DPRD Halsel periode 2024-2029 ini juga mengungkapkan jumlah anggota Komunitas BCL, sekitar 75 orang.

Masing-masing dari mereka, aktif berpartisipasi dalam gerakan ketahanan pangan dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam.

Komunitas ini juga membangun bank sampah dengan tujuan mendaur ulang menjadi barang bernilai.

“Jadi dari sampah plastik juga, kita jadikan tas plastik, hiasan bunga dan lain-lain. Kemudian semua anggota BCL juga, menanam cabai dan sayuran di pekarangan rumah,” tandas Salma. (*)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow