Ketua LSM AKI Sulut Nopol Telanjangi Pemdes dan BPD Ongkaw Dua

  • Whatsapp

Minsel, Pilaraktual.com – Tepatnya di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 tahun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan Musyawarah Dengar Pendapat (MDP) Selasa (17/8/2021).

Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Ongkaw Dua di hari yang bersejarah itu Pemerintah dan BPD serta toko Masyarakat melaksanakan Musyawarah terkait pembahasan beberapa hal yang sangat penting dan mendesak, untuk di musyawarakan berlangsung sangat demokratis, terbuka dan transparan dalam bentuk dialogis, tanya jawab silih berganti, edukatif dan aman,

Bacaan Lainnya

MDP di lakukan dengan maksud untuk di dengar, di ketahui, di perbaiki dan di sosialisasikan atau di publikasikan kepada masyarakat umum agar masyarakat menjadi tau dan mengerti seperti apa setiap agenda pembahasan itu.

Musyawarah tersebut di Pimpin Langsung oleh wakil ketua BPD Desa Ongkaw Dua Philipus Ato Liu, Ato sapaan akrabnya mengatakan bahwa dalam sepanjang sejarah kehidupan sosial berdemokrasi baru kali ini di Desa Ongkaw Dua di adakan MDP dan ini mungkin pertama kali di Minsel atau bahkan di sulut, dan hal ini patut kita apresiasi karena adalah merupakan hal positif dan kemajuan serta kebaikan desa dan masyarakat Ongkaw Dua ke depan agar lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera.

Penjabat hukum tua desa Ongkaw dua Syenni Kodongan yang di dampingi Sekdes Ferybil Poluakan serta perangkat desa lainnya mengatakan, “kami atas nama pemerintah desa merasa bangga dengan kegiatan ini, karena lewat acara ini banyak pembelajaran, sebagai pemerintah kami menerima semua itu termasuk, kritikan, saran, masukan dan lainnya, kami akui ada beberapa hal yang kami keliru dalam mengambil kebijakan, salah satunya masalah pemakaman beberapa hari lalu yang sudah tidak tercatat lagi sebagai masyarakat Desa Ongkaw Dua, sekali lagi atas nama Pemerintah Desa saya Minta Maaf ujar Kodongan,“.

Ketua LSM AKI Sulut Noldy Poluakan yang sering di sapa Nopol mengatakan,” acara ini adalah merupakan langkah maju dalam pola hidup demokrasi dan momentum hari kemerdekaan RI pertanda bahwa BPD dan pemerintah desa tidak alergi dengan kritikan, transparansi serta lainnya yang merupakan ciri hidup demokrasi,” ujar Poluakan.

Noldy menambahkan, sudah 76 tahun Indonesia Merdeka tapi terkadang masih ada sebagian masyarakat yang belum merdeka dalam penyampaian, aspirasi, pemikiran, pendapat mereka, karena masih ada sebagian atau oknum tertentu yang membatasi sehingga kemerdekaan yang sesungguhnya yang di jamin oleh negara bahwa, setiap orang berhak untuk berkumpul, berserikat, mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan di jamin dan di lindungi oleh negara, tentu semua harus sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku di negara ini tutup Nopol yang di dampingi oleh Mantan Hukum Tua Jhon Lepa.

Adapun yang di bahas pada MDP tersebut adalah :

1. Penataan ulang pengguna lahan TPU agar berkeadilan

2. Pemetaan ulang lokasi TPU

3. Pemindahan atau Pengunaan lokasi TPU yang baru.

4. Dana swadaya masyarakat terkait lokasi TPU yang baru.

5. Dana Desa

6. Tugas Fungsi dan Peran Bendahara Desa

7. BumDes

8. Penerima Alokasi Lahan Pekarangan di Lokasi HGU Ongkaw

9. Stukruk BPD Desa Ongkaw Dua yang Tidak Memiliki Ketua

10. Masyarakat yang hidup seatap tapi belum menikah pemerintah desa harus carikan solusi.

11. Pendapatan Asli Desa (PAD)

12. Pembuatan Perdes

13. Penghargaan terhadap 4 Dotu Pendiri atau Perombak Penemu Kampung Ongkaw (Lumenta- Poluakan, Sondakh-Wowor).