Aktifitas Galian C Jiko Belanga di Keluhkan, Diduga Pemdes Perdagangkan Pasir Ke Warga

  • Whatsapp

Boltim, PilarAktual.com – Aktivitas tambang pasir galian C ilegal, yang beroperasi di Jiko Belanga, kabupaten bolaang mongondow timur (Boltim) selain warga yang beroperasi diduga ada oknum Kades (Sangadi) yang memperdagangkan pasirnya untuk dijual kepada warga setempat.

Dimana pantauan sejumlah awak media ketika melakukan penelusuran kepada warga setempat, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan adapun pasir tersebut selain dipakai sendiri diduga ada oknum kades yang memperdagangkan pasir tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saat ini bukan hanya untuk dipakai sendiri, ada oknum Pemerintah Desa (Pemdes) yang memperjual belikan pasir ini. Bahkan seharinya tiga sampai lima mobil yang bolak balik pengangkut pasir,” ungkap seorang ibu yang namanya enggan di publis media ini.

“Penambang atau mengambil pasir pantai ini memang sudah sejak lama mengambil pasir, tetapi di sisi lain selain warga ada oknum Kades pun mengambil keuntungan pasir dan di jual ke warga setempat,” tambahnya.

Lanjutnya, “Dengan adanya aktivitas penambang pasir ini, kalau datang musim angin selatan, ombak dan air laut masuk sampai dalam rumah,” jelas warga tak disebutkan namanya, dikutip dari Suarasindo.com (17/08/2021).

Selain itu, ada beberapa warga yang keluhkan terkait bantuan dari Pemerintah sampai saat ini mereka tidak mendapatkan bantuan sama sekali.

“Kami warga berharap agar Pemerintah Desa serta Pemerintah Kabupaten untuk memperhatikan kita agar mendapatkan bantuan karena kita adalah masyarakat yang masih perlu mendapatkan bantuan,” jelas beberapa warga.

Dihari yang sama, Kepala Desa (Sangadi) Jiko Belanga Riman Manuho mengatakan, “Aktivitas penambang pasir yang ada di muara pantai Jiko sejak tahun 80-an masyarakat sudah mengambil pasir untuk membangun rumah meraka dan rumah ibadah, jadi pasir-pasir itu hanya dipakai pribadi bukan seperti yang dikatakan Pemerintah di perjual belikan” terang Manuho.

“Awalnya kami membeli pasir dari Desa tetangga Matabulu tetapi Masyarakat meminta agar sumber daya yang ada di Desa itu dipergunakan, maka dari itu kami Pemerintah Desa memperbolekan Warga untuk mengambil pasir, dan dijual kepada proyek-proyek yang ada didalam Desa guna membantu perekonomian Warga, ketimbang kami membeli pasir dari luar Desa” tutup Riman Manuho.*

Pos terkait