Mitra, PilarAktual.com – Kasus pencatutan identitas di media sosial kembali terjadi, kali ini menimpa istri Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Stefa Kandoli Antou.
Akun Facebook yang menyerupai nama beliau digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan modus meminta uang melalui fitur Messenger.
Kabar ini mencuat setelah salah satu sahabat dekat Stefa, Vanda Rantung, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.
Rantung menegaskan bahwa akun Facebook bernama “Stefa Kandoli Antou” yang kini beredar bukan milik asli dari istri bupati, melainkan akun palsu yang sengaja diciptakan untuk menipu masyarakat.
“Akun tersebut tidak digunakan oleh Ibu Stefa. Oknum pelaku memanfaatkan nama beliau untuk meminta uang ke sejumlah pihak lewat Messenger,” ungkap Vanda Rantung, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Mitra.
Lebih jauh, Rantung menilai aksi ini tidak hanya merugikan secara pribadi, namun juga mencoreng nama baik pemerintah daerah, mengingat posisi Ibu Stefa sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mitra.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap akun-akun media sosial yang mencatut nama tokoh publik, terlebih jika sudah berani meminta uang.
“Warga harus waspada. Akun palsu itu bahkan tidak menggunakan foto profil, jadi sangat jelas itu bukan akun resmi milik Ibu Stefa,” tambahnya.
Vanda juga mengingatkan, bahwa akun resmi milik Stefa Kandoli Antou hanya satu, yakni yang menggunakan nama lengkap serta memakai foto profil pribadi.
Jika ada akun lain dengan nama serupa, atau bahkan menggunakan foto profil yang sama dan meminta uang, maka dapat dipastikan itu palsu dan harus segera dilaporkan atau diblokir.
“Kalau nanti ada akun serupa yang muncul dengan foto profil sekalipun, tetap harus dicurigai bila isinya merugikan atau meminta uang. Langsung blokir saja,” tutup Rantung.
Kasus ini menambah panjang daftar modus penipuan di media sosial yang menggunakan nama tokoh atau pejabat publik untuk mengambil keuntungan pribadi.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum merespons permintaan melalui media sosial, terlebih yang berkaitan dengan uang.
















