BoltimKesehatanPeristiwa

Dinkes Boltim Genjot Vaksinasi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

188
×

Dinkes Boltim Genjot Vaksinasi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Boltim Saifudin Gobel SKM.

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Kesehatan terus menggalakkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat dan anak usia 6 sampai 11 tahun.

Kepala Dinkes Boltim Saifudin Gobel SKM mengatakan, sejauh ini tingkat vaksinasi secara umum sudah mencapai 73,37 persen, namun untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun baru mencapai 29,74 persen.  Dengan demikian, pihaknya akan berupaya untuk terus melakukan vaksinasi sebagaimana sasaran vaksinasi anak yakni sebanyak 8.231 orang se Kabupaten Boltim.

“Sekarang vaksinasi secara umum, Boltim sudah ada pada angka 73,37 persen tahap 1. Dari angka tersebut tentunya masih akan di kebut terutama vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang baru sekitar 29,74 persen,” ujar Saifudin, pada Jum’at (18/02).

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa Penerima Beasiswa Kedokteran Boltim Siap Mengabdi, Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemkab

Lanjut Saifudin, untuk dapat meningkatkan vaksinasi anak tentunya dibutuhkan kerjasama dari berbagai kalangan terutama Dinas Pendidikan sebagai satuan kerja terkait serta peran orang tua yang perlu diyakinkan atas pelaksanaan vaksinasi yang penting bagi kesehatan anak-anak.

“Vaksinasi itu penting dan baik untuk anak-anak. Tentunya ini perlu disampaikan kepada orang tua, agar bisa membantu menekan angka penyebaran Covid-19 terutama di lingkungan sekolah,” kata Saifudin.

Dia berpesan, yang terpenting dalam pelaksanaan vaksinasi agar bilamana kedepan ada peningkatan kasus Covid-19, maka paling tidak pihak sekolah tidak perlu menerapkan pembelajaran di rumah. Metode pembelajaran bisa terus dilakukan di sekolah dengan tatap muka serta menerapkan protokol kesehatan, mengingat semua anak sudah di vaksinasi sebagaimana anjuran pemerintah.

Baca Juga :  RSUD Amurang Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Apresiasi Perubahan Pelayanan Rumah Sakit

“Jadi untuk vaksinasi pada dasarnya tidak menjadi persyaratan pembelajaran tatap muka (PTM). Untuk pelaksanaan vaksinasi ini perlu diberikan pengertian terutama kepada orang tua agar metode belajar anak-anak tidak dilakukan lagi di rumah. Anak-anak bisa belajar di sekolah karena sudah di vaksin dan itu merupakan langkah yang tepat untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” pungkas Saifudin. (Lee)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow