Mitra, PilarAktual.com – Mengawali rangkaian perayaan iman di tahun pelayanan 2026, Jemaat GMIM Sentrum Dame Tosuraya sukses menggelar pembukaan Hari-Hari Raya Gerejawi (H2RG), Sabtu (14/2/2025).
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh sukacita, melibatkan seluruh jemaat dari dua belas kolom dalam semangat kebersamaan, pelayanan, dan penguatan iman.
Rangkaian pembukaan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Stevi Pangalila, selaku Guru Agama (GA).
Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema perenungan “Hitung dan Catatlah Segenap Umat” yang menekankan pentingnya ketaatan dan kesetiaan jemaat dalam menjalankan panggilan gereja di tengah dinamika kehidupan modern.
Ia menegaskan bahwa makna menghitung dan mencatat bukan sekadar administratif, melainkan wujud ketaatan iman.
Setiap pelayanan, pengorbanan, dan pemberian yang dilakukan dengan tulus diyakini tidak pernah luput dari perhatian Tuhan.
Pesan tersebut menggugah jemaat untuk tetap setia, baik dalam pelayanan besar maupun perkara-perkara kecil yang kerap terabaikan.
Momentum ibadah syukur tersebut juga ditandai dengan pencanangan papan kegiatan H2RG Tahun 2026 oleh Ketua BPMJ, Jus Julius Talumantak.
Tindakan simbolis ini menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Hari-Hari Raya Gerejawi yang akan berlangsung hingga perayaan Natal mendatang.
Usai ibadah, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti antusias oleh jemaat lintas usia. Rute yang dilalui menyusuri kawasan permukiman hingga kawasan Lapangan Ompi, menciptakan pemandangan kekompakan dan keakraban antarjemaat.
Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga mempererat relasi sosial dalam tubuh gereja.
Panitia turut menyemarakkan acara dengan line dance bersama, pembagian door prize, pemeriksaan kesehatan gratis, serta makan dan minum bersama.
Suasana penuh canda, tawa, dan kehangatan menjadi gambaran nyata sukacita jemaat dalam menyambut Hari-Hari Raya Gerejawi.
Ketua Panitia H2RG 2026, Christiane Agustine Pandaleke, menyampaikan bahwa pembukaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat komitmen pelayanan.
Ia mengajak seluruh panitia dan jemaat agar tetap menjaga kesetiaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Menurutnya, kesetiaan dalam hal-hal kecil merupakan fondasi penting dalam pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.
Nilai tersebut diharapkan terus hidup dan diwujudkan dalam setiap aktivitas gerejawi sepanjang tahun pelayanan 2026.
Di lingkungan GMIM, perayaan Hari-Hari Raya Gerejawi memiliki makna sakral sebagai sarana refleksi atas karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.
Melalui rangkaian kegiatan ini, jemaat diharapkan semakin diteguhkan imannya, diperlengkapi secara spiritual, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan kasih, ketekunan, dan pengharapan.
















