Boltim, PilarAktual.com – Mewakili Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menghadiri Pesta Adat Tulude yang digelar di Desa Molobog Timur, Kecamatan Motongkad, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan adat tahunan ini berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, menjadi ruang perjumpaan lintas elemen masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
Pesta Adat Tulude tahun ini mengusung tema “Mahi Sengkapebituing Tumunduge Bulang” yang dimaknai sebagai Mari Kita Wujudkan Pembangunan Dalam Kebersamaan.
Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, melainkan juga pada kekuatan persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, ditegaskan bahwa Pesta Adat Tulude bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Lebih dari itu, Tulude merupakan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkokoh identitas budaya, serta memperkuat komitmen kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Boltim.
“Di sinilah kita belajar bahwa perbedaan suku, bahasa, dan latar belakang bukanlah penghalang. Justru perbedaan itulah yang menjadi kekuatan untuk memperkaya khazanah budaya dan memperkokoh persatuan di daerah yang kita cintai ini,” ujar Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan nilai-nilai kebersamaan yang telah menjadi fondasi kehidupan sosial di Boltim sejak dahulu.
Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih harmonis apabila dilandasi rasa saling menghormati serta penghargaan terhadap kearifan lokal.
“Marilah kita rawat persaudaraan dan semangat gotong royong agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang kita miliki,” lanjutnya di hadapan para undangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Motongkad bersama seluruh jajaran Sangadi, unsur Forkopimda Boltim, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tenaga ahli Bupati.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.
Sepanjang rangkaian acara, suasana Pesta Adat Tulude terasa hangat dan penuh makna. Tradisi adat yang ditampilkan tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terpelihara dengan baik di tengah dinamika zaman.
Melalui perayaan ini, masyarakat Desa Molobog Timur kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan dan identitas budaya sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun Boltim yang maju, berbudaya, dan berdaya saing.
















