BoltimOpiniPeristiwa

Peran Antagonis Para Serdadu (Bagian III)

737
×

Peran Antagonis Para Serdadu (Bagian III)

Sebarkan artikel ini
Peran Antagonis Para Serdadu (Bagian III)

Pembaca, saya beranjak pada tulisan Pasrah. Serdadu satu ini menuliskan, kebijakan Bupati SSM memberhentikan ratusan THL demi menjaga stabilitas keuangan daerah akibat dampak Pandemi Covid 19. Sebagai pemegang tampuk pemerintahan yang baru, SSM-OPPO butuh anggaran untuk merealisasikan visi-misinya sebagaimana dijanjikan semasa kampanye Pilkada lalu.

Perlu diketahui bahwa masa paling kritis keuangan daerah terjadi di akhir pemerintahan Sehan Landjar, 2020. Selain ‘launching’ Pandemi Covid 19, di masa itu juga digelar Pilkada yang tentu makin menguras keuangan. Namun, Sehan tak merumahkan THL sebanyak ini sebagai solusi menjaga stabilitas keuangan daerah. Makanya, saya katakan: Bupati Sachrul belajarlah ke Bupati Guhanga Sehan Landjar.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmikan Relokasi 20 KK, Warga Terima Rumah dan Bantuan Modal Usaha

Baca Juga: Serah Terima Jabatan Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto : Mari Kita Lupakan Persoalan Pilkada

“Lebih parah mana, merumahkan ratusan THL untuk sementara, atau membiarkan masyarakat Boltim terpapar virus kemudian meninggal dunia, tanpa dilihat dan didoakan keluarga? Saya rasa senior lebih paham akan nilai kemanusian.” Tulis Pasrah. Dia menawarkan pilihan yang spontan membuat saya teringat dengan perkataan salah satu warga Desa Togid, Idham ‘Lasido’ Mokodompit: takut akan hantu, terpeluk akan mayat.

Baca juga: Besok, Bupati Sachrul Mamonto dan Wabup Oskar Manoppo Dilantik Gubernur Sulut

Saya tak perlu menjelaskan lagi di sini. Silahkan baca kembali tulisan Cerita Horor Honor Boltim. Di situ ada pertimbangan-pertimbangan yang bisa diambil Pemkab jika tak berniat  merubah THL menjadi pengangguran. Di tulisan itu, anda akan dapatkan gambaran bagaimana terhindar dari hantu sekaligus tidak terpeluk mayat.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Baca Juga :  PT ASA Serahkan 20 Rumah Relokasi di Kotabunan, Warga Dapat Modal Usaha Rp 10 Juta