Oke, Lanjut. Budi menulis: “Menurut hemat saya, tak ada yang salah dan keliru dengan kebijakan yang diambil oleh duet Sachrul – Oscar dengan di rumahkan ratusan tenaga honorer yang ada di Boltim. Saya, tidak menyudutkan para tenaga honorer. Tapi saya lebih berpihak pada kebijakan yang diambil oleh Bupati yang sudah sesuai regulasi”.
Dia berspekulasi bahwa kritik saya dalam tulisan Cerita Horor Honorer Boltim, sebagai curhatan pribadi. Bahkan, tebaknya, ada misi khusus dalam tulisan tersebut. “Saya bisa menebak, bahwa tulisan ini secara tidak langsung mengajak kepada para honorer untuk menabur mosi ketidak percayaan kepada Bupati.”.
Baca Juga: Cabuli Wanita Cacat Mental Ayub Warga Sinonsayang di Amankan Polisi
Pembaca, saya bukanlah Perangkat Desa ataupun honorer (THL) di Kabupaten Boltim yang secara langsung terdampak dengan kebijakan ini. Saya hanyalah salah satu rakyat yang berhak menilai hingga mengkritik kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Diduga Bertengkar Dengan Pacar, Wayan Nekat Minum Racun Rumput
Pembaca, coba disimpulkan sendiri, kebijakan merumahkan ratusan THL yang jelas-jelas berdampak buruk terhadap ekonomi mereka di tengah Pandemi Covid 19-di Bulan Suci Ramadhan pula-layakkah diapresiasi, dipuji dan sejenisnya? Ataukah anda (pembaca) akan ikut happy dengan rencana pemecatan Perangkat Desa yang mengesampingkan aturan main yang berlaku? Anda yang mungkin sedang tik-tokan bisa saja bilang “tidak”. Itulah hak anda, begitu pun saya.
















