Peran Antagonis Para Serdadu (Bagian III)

  • Whatsapp
Peran Antagonis Para Serdadu (Bagian III)

Penulis: Chendry Mokoginta

Opini, PilarAktual.com – Langsung saja. Pembaca, ada dua lagi ‘serdadu’ tersisah yang tulisannya belum saya tanggapi. Kedua penulis yang merespon dua tulisan saya terdahulu adalah sahabat saya yang berprofesi sebagai jurnalis. Pertama adalah Budi Syahril Mamonto dengan judul Curhatan Pribadi yang Bertameng pada Horor Honorer: https://medionet.co.id/curhatan-pribadi-yang-bertameng-pada-horor-honorer/  dan Pasrah Hidayat Mamonto dengan judul Oposisi Cari Posisi yang ditayangkan bertahap: https://kilastotabuan.com/oposisi-cari-posisi-1/ dan https://kilastotabuan.com/sambungan-oposisi-cari-posisi/ .

Bacaan Lainnya

Lebih dari sekali saya pernah disuguhkan kopi ketika bersua dengan dua sahabat itu. Baik di Desa Moyag (kediaman orang tua Budi) maupun di Kelurahan Biga (kediaman Istri Pasrah). Kepada keduanya dan keluarga saya sampaikan salam. Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 Hijriah.

Baca Juga: Bupati Boltim Berang Ada Sangadi Yang Belum Mengganti Perangkat Desa

Tulisan ini sebagai tanggapan atas kedua tulisan mereka secara sekaligus. Sama seperti tulisan dua serdadu terdahulu, saya pun akan mengomentari balik poin-poin yang saya anggap penting. Namun sebelum itu, saya perlu mengapresiasi alur dan gaya penulisan duo serdadu ini. Membacanya seperti sedang menikmati synopsis sinetron Ikatan Cinta. Bikin baper.

Baca Juga: Ratusan Honorer Boltim Dirumahkan, Kebijakkan Ini? Sukses Cetak Pengangguran Berpendidikan

Secara umum, maksud dari tulisan-tulisan para serdadu ini adalah, memberi sokongan kepada kebijakan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto (SSM) atas pemberhentian 500 lebih THL. Bagi saya, itu sah-sah saja. Toh ‘posisi’ mereka kita tahu bersama.

Pos terkait