Mitra, PilarAktual.com – Seorang pekerja proyek ditemukan meninggal dunia di mess CV Carin yang berada di Kelurahan Tosuraya Barat Lingkungan I, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Selasa (13/1/2026) dini hari.
Peristiwa ini menggegerkan rekan kerja korban dan warga sekitar.
Korban diketahui bernama Abang Sumensu, pekerja asal Kabupaten Talaud yang terlibat dalam proyek pembangunan trotoar di Kelurahan Tosuraya.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tertelungkup di dalam kamar mandi mess dan telah dinyatakan meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, pada Senin (12/1/2026) korban masih menjalani aktivitas kerja seperti biasa bersama rekan-rekannya.
Sekitar pukul 17.00 Wita, seluruh pekerja kembali ke mess CV Carin untuk beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan proyek.
Pengawas proyek berinisial LD menjelaskan, sekitar pukul 20.00 Wita dirinya sempat mengajak korban untuk mencari ikan di laut.
Namun, korban menolak ajakan tersebut dan memilih untuk tetap berada di mess.
“Korban mengatakan tidak ikut dan mempersilakan kami saja yang pergi,” ujar LD kepada petugas kepolisian.
Saksi lain berinisial VG menuturkan, dirinya kembali ke mess sekitar pukul 00.30 Wita usai mencari ikan.
Saat itu, ia sempat menanyakan siapa yang berada di dalam kamar mandi, namun tidak mendapat jawaban.
Merasa curiga karena pintu kamar mandi terkunci dari dalam, VG mengintip melalui ventilasi.
Ia mendapati korban sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup tepat di depan pintu kamar mandi.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Ratahan.
Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), membuka pintu kamar mandi, serta melakukan pemeriksaan awal.
Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan menghubungi pihak keluarga korban serta tenaga medis.
Dokter Puskesmas Ratahan, dr. Milisia Tulenan, menyampaikan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
Pada tubuh korban ditemukan luka robek di bagian dahi kiri, gusi, dan bibir yang mengeluarkan darah.
“Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban,” jelas dr. Milisia.
Diketahui, korban tidak memiliki identitas kependudukan berupa KTP.
Hingga saat ini, jenazah masih berada di mess CV Carin sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dan koordinasi dengan kontraktor proyek untuk proses pemulangan ke Kabupaten Talaud.
Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, sembari menunggu langkah lanjutan dari keluarga.
















