Boltim, PilarAktual.com – Suasana di Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terasa berbeda pada Kamis (28/8/2025).
Sejumlah pejabat tampak berkumpul, mulai dari Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, para asisten Setda, tenaga ahli Bupati, hingga jajaran kepala OPD.
Mereka hadir untuk menyaksikan momen penting: penyerahan surat penunjukan Olfa Buntuan sebagai Penjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Boltim.
Jabatan ini sebelumnya diemban oleh M. Iksan Pangalima, yang kini telah dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.
Kekosongan posisi Kadis P3A mendorong Bupati Oskar Manoppo bergerak cepat menunjuk pejabat sementara agar program di sektor penting ini tidak terhenti.
Dalam arahannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Boltim.
“DP3A adalah sektor vital. Tidak boleh ada jeda, apalagi berhenti. Karena itu saya menunjuk Ibu Olfa sebagai Plt agar roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan masyarakat tidak terganggu,” tegas Oskar.
Menurutnya, isu perempuan dan anak bukan hanya soal administrasi, melainkan menyangkut masa depan daerah.
“Kalau perempuan berdaya dan anak-anak terlindungi, maka kualitas SDM kita ikut naik. Itu investasi jangka panjang bagi Boltim,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada M. Iksan Pangalima atas kerja kerasnya selama menjabat Kadis P3A.
“Pak Iksan sudah memberikan dedikasi yang luar biasa. Kini beliau mendapat tugas lebih besar sebagai Sekda definitif. Kami berharap integritas dan komitmennya akan semakin memperkuat birokrasi Boltim,” ujar Oskar.
Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan Plt ini adalah bagian dari langkah strategis agar roda pemerintahan tidak kehilangan arah.
Setelah menerima surat penunjukan, Olfa Buntuan menyampaikan rasa syukur dan komitmennya.
“Ini adalah amanah besar. Saya siap melanjutkan program yang sudah ada sekaligus melakukan inovasi agar pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Boltim semakin kuat,” kata Olfa.
Ia menyadari jabatan Plt bukan sekadar formalitas.
“Tugas ini bukan hanya soal birokrasi, tapi menyangkut pelayanan nyata ke masyarakat. Perempuan dan anak-anak harus merasakan kehadiran negara di tengah mereka,” tambahnya.
Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama, yang turut hadir, menyambut baik penunjukan Olfa Buntuan.
“Langkah Bupati ini tepat dan cepat. Kami dari DPRD tentu siap bersinergi, khususnya dalam mendukung program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan yang memang menjadi kebutuhan mendesak di daerah,” katanya.
Beberapa kepala OPD yang hadir juga memberikan dukungan serupa. Menurut mereka, Olfa dikenal sebagai sosok yang berintegritas dan mampu membangun koordinasi lintas sektor.
Bupati Oskar kembali menegaskan bahwa penunjukan Plt ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemkab Boltim untuk mewujudkan visi “Boltim Bangkit”.
“Semangat Boltim Bangkit harus hadir di setiap lini birokrasi. Termasuk di DP3A, yang punya peran penting meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kaum perempuan dan anak-anak,” jelasnya.
Ia berharap seluruh jajaran tidak sekadar melanjutkan rutinitas, tetapi juga menghadirkan terobosan yang berdampak langsung.
DP3A Boltim menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi kaum perempuan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak.
Sebagai Plt, Olfa dituntut mampu menjaga kesinambungan sekaligus menghadirkan solusi inovatif.
Tantangan ini diakuinya tidak mudah, namun dengan dukungan penuh dari Bupati, DPRD, dan jajaran OPD, ia optimistis bisa menjalankan tugas dengan baik.
Masyarakat Boltim menyambut baik penunjukan Olfa Buntuan.
Mereka berharap program-program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga, terutama yang melibatkan perempuan dan anak-anak, bisa terus berlanjut bahkan diperkuat.
“Yang terpenting program jalan terus. Jangan sampai ada hambatan hanya karena pergantian jabatan,” kata seorang warga yang hadir di halaman kantor Bupati.
Dengan dinamika birokrasi yang tetap stabil, publik optimistis pelayanan pemerintahan akan berjalan lebih baik.
Momentum penunjukan Olfa Buntuan sebagai Plt Kadis DP3A Boltim menegaskan komitmen Pemkab Boltim untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Bupati Oskar menekankan, setiap pejabat harus menjadikan amanah sebagai kesempatan berkontribusi nyata untuk masyarakat.
Dengan semangat “Boltim Bangkit”, roda pemerintahan diyakini akan terus berjalan, dan program-program pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak tetap menyala demi masa depan daerah yang lebih baik.
















