Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan.
Hal ini terlihat dari audiensi yang digelar bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kantor Bupati Boltim, Selasa (26/8/2025).
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan pemenuhan kebutuhan kepala sekolah dan pengawas sekolah di wilayah Boltim.
Hadir mewakili pemerintah daerah, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Hardiman Pasambuna, SH., yang memimpin langsung jalannya audiensi.
Dalam sambutannya, Hardiman menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan kepala sekolah dan pengawas dengan kapasitas mumpuni akan memberi dampak besar terhadap mutu pendidikan.
“Pemerintah Kabupaten Boltim menyambut baik kerja sama dan pendampingan dari BGTK Provinsi Sulut. Kepala sekolah memegang peran strategis dalam pengelolaan pendidikan, sehingga penguatan kapasitas kepemimpinan mereka akan langsung berdampak pada kualitas pendidikan di daerah,” ujar Hardiman.
Audiensi tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala BGTK Provinsi Sulawesi Utara, bersama tim pendamping.
Hadir pula Dr. Meyke Simboh, M.Pd. selaku Ketua Tim Fasilitasi Pengembangan Kompetensi, serta Deivvy Rasubala, S.E., M.Si. sebagai Ketua Tim Kemitraan.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas tenaga kependidikan di Boltim.
Dari jajaran Pemkab Boltim, tampak hadir Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Rita Kamumu, S.Pi., Kabid GTK, Dahri Lentang, S.Pd., dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Rianasari Mokodompit, S.Pd..
Pertemuan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, melainkan juga menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara Pemkab Boltim dan BGTK Sulut.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan implementasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.
Menurut pihak BGTK Sulut, peran kepala sekolah bukan hanya administratif, melainkan juga sebagai motor penggerak inovasi pembelajaran di sekolah.
Dengan adanya regulasi baru tersebut, diharapkan setiap kepala sekolah dapat memiliki kompetensi kepemimpinan yang lebih kuat serta mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif.
“Fasilitasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah benar-benar siap, baik secara kompetensi maupun kepemimpinan,” ungkap Dr. Meyke Simboh.
Di sisi lain, Pemkab Boltim menyatakan siap mendukung berbagai langkah strategis yang diinisiasi oleh BGTK Sulut.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan data, pendampingan, hingga kolaborasi berkelanjutan dengan Dinas Pendidikan.
Dengan adanya audiensi ini, Pemkab Boltim optimistis bahwa ke depan, mutu pendidikan di daerah bisa lebih meningkat.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar bahwa kolaborasi dengan BGTK Sulut akan menjadi pintu masuk bagi lahirnya kepala sekolah dan pengawas berkualitas, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
















