Maluku Utara

Kelompok Tani di Obi Kembangkan Lahan Sawah untuk Kemandirian Pangan

307
×

Kelompok Tani di Obi Kembangkan Lahan Sawah untuk Kemandirian Pangan

Sebarkan artikel ini
Sawah padi milik kelompok tani di Pulau Obi, Halmahera Selatan, siap dipanen, Rabu (21/1/2026).

PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Petani di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, mulai berbenah di sektor pertanian. Mereka yang dulunya mengandalkan hasil kelapa, pala dan cengkih, bertahap beralih pada tanaman pangan pokok lain, yaitu padi.

Di atas lahan seluas 10,5 hektare, tepatnya di Desa Buton, Kecamatan Obi, mereka mengubahnya menjadi area produktif untuk menanam padi. Proses penanaman, dilakukan secara maraton sejak tahun 2023 lalu.

Petani yang menggarap sawah padi, mendapat dukungan dari Harita Nickel, salah satu industri pertambangan nikel beroperasi di Pulau Obi. Dukungan ini, melalui porgram Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Para petani tersebut, terdiri dari beberapa kelompok. Di antaranya adalah Kelompok Tani Batu Putih, dan Kelompok Tani Akemoriri. Kelompok ini, diberi pendampingan langsung oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel bersama tim Perintis Kedaulatan Pangan (Pelangi) Obi.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Susulan, Dandim 1509/Labuha Perintahkan Patroli Malam di Babang-Sayoang

“Kami memberi pendampingan langsung dan mengawasi program PPM Harita Nickel. Pihak Harita Nickel juga membantu pembukaan lahan, dan bantuan alat produksi guna menunjang proses penanaman dan panen,” ujar Ketua Pelangi Obi, Darwan Abdu Hasan, Rabu (21/1/2026).

Selain Harita Nickel, Darwan mengatakan para petani juga mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Lewat pendampingan ini, penanaman membuahkan hasil cukup signifikan.

Dalam sekali panen, petani bisa mendapat hasil sebanyak 35 ton untuk 7 hektare sawah. Darwan menyebut, saat ini sedang dilakukan pembongkaran lahan, untuk pengembangan sawah.

“Hasil panen, kami jual ke masyarakat. Biasanya tidak sampai seminggu, itu sudah habis. Kami jual (padi) sudah dalam bentuk beras. Harganya per kilo Rp15 ribu. Ini harga yang terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Susulan, Dandim 1509/Labuha Perintahkan Patroli Malam di Babang-Sayoang

Lebih lanjut, Darwan mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Harita Nickel, menargetkan perluasan sawah di atas 100 hektare. Pasalnya, pemasaran hasil panen, belum sepenuhnya menjangkau semua konsumen.

“Dalam setahun, itu dua sampai tiga kali panen. Kami menargetkan ke depan, semua warga Obi mengonsumi beras lokal, yang merupakan hasil tanam petani lokal,” tutur Darwan.

Putra asli Desa Buton ini berkeinginan, pemasaran beras hasil tanam padi oleh kelompok tani dapat menjangkau seluruh konsumen di wilayah Halsel. Ia juga menegaskan, Pulau Obi ke depan harus menjadi lumbung pangan nasional, setelah dilakukan perluasan sawah untuk peningkatan produktifitas.

“Ini dalam rangka mendukung ketahanan dan kemandirian pangan desa. Di samping itu, kita dapat memutus rantai pasok beras dari luar daerah, kalau hasil produksi petani, sudah besar. Kalau sudah besar, maka ada serapan tenaga kerja,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Susulan, Dandim 1509/Labuha Perintahkan Patroli Malam di Babang-Sayoang

Mantan Ketua Wilayah LMND Maluku Utara ini juga bilang, pada Jumat, 23 Januari 2026, para petani Desa Buton akan melakukan panen raya. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Halsel, Bassam Kasuba bersama Forkopimda.

“Insyaallah Pak Bupati hadir untuk panen raya. Sekaligus, beliau melakuka pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Kelompok tani ini, di dalamnya adalah para pemuda yang bergerak di sektor pertanian, termasuk holtikultura,” tandas Darwan. (*)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow