HALSEL,PA- Keluarga Besar Waigitang Maluku Utara melalui Ketua Ikatan Keluarga Besar Waigitang (IKBW) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Walid Syukur, mengajak seluruh Imam, Khusus Warga Waigitang untuk menggelar doa salamat kampong yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 16 September 2024 sekaligus Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1445 H.
Doa salamat “Kampong” khususnya Pulau Makeang ini, Kata Walid, dilakukan lantaran dalam beberapa bulan terakhir, warga masyarakat Maluku Utara menghadapi berbagai macam musibah bencana alam seperti banjir dan longsor yang terjadi hampir di 10 kabupaten kota di Maluku Utara, seperti yang terjadi baru baru ini di kota Ternate hingga menelan korban jiwa. Selanjutnya isu akan terjadinya gempa bumi megatrust yang mengancam Indonesia.
“Kita berdialog dan meminta doa kepada Allah SWT, dengan mengajak para Imam khususnya warga Waigitang (Imam-Imam Desa Waigitang), untuk berikhtiar dengan melakukan pembacaan doa tolak bala agar daerah kita (Pulau Makeang) khasusnya dan Maluku Utara pada umumnya di jauhkan dari segala macam musibah dan cobaan dari Allah SWT terhadap kita sebagai ummat,”ujarnya.
Menurut Walid, daerah kita (Maluku Utara) ini dikelola dengan berlandaskan keyakinan dan kepercayaan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa. olehnya itu kita berikhtiar dengan memanjatkan doa untuk keselamatan bagi daerah dan masyarakat Maluku Utara sangatlah diharapkan.
Atas nama Keluarga Besar Waigitang Maluku Utara, Bapak Hairudin Sehe (Imam Desa Waigitang), Ketua IKBW Halsel Walid Syukur, Ketua IKBW Halut Samud Taha, Ketua IKW Kota Ternate Zulkifli Zam Zam, Ketua IKBW Halbar Farid Imam, Kami mengundang seluruh Imam, Khusus warga Waigitang se Maluku Utara dan juga Para Imam di desa2 yang ada di Pulau Makeang, untuk hadir bersama-sama melakukan pembacaan doa salamat “Kampong” khususnya Pulau Makeang sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Waigitang,”
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Saiful Ahmad, menjelaskan, upaya distribusi dilakukan oleh panitia pelaksana dengan bentuk kepedulian bersama sebagai warga Waigitang.
“Jadi kita akan memfasilitasi semua akomodasi maupun transportasinya bagi para Imam warga Waigitang yang ada di wilayah Gane, Mandioli, Kasiruta dan Pulau Bacan sekitarnya akan dikumpulkan di Labuha dan selanjutnya bertolak menuju Wah lo Malo “Desa Waigitang” menggunakan kapal,”ujarnya.
Sementara untuk pesisir Kayoa, Tameti dan Pulau2 Guraici dan sekitarnya akan difasilitasi semua okomodasi dan transportasi ke Ternate dan bergabung bersama para Imam Waigitang dari Halut, Morotai, Halbar, Haltim, Halteng, Kota Tidore dan Kota Ternate selanjutnya menuju ke Wah lo Malo “Desa Waigitang” Pulau Makeang melalui Pelabuhan Bastiong Ternate.
“Jadi seluruh akomodasi maupun transportasi para Imam Waigitang se-Maluku Utara akan disiapkan oleh kami, ujarnya.
.(***)
















