PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Pulau Pasturi di kawasan perairan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mendapat perhatian khusus dari Harita Nickel.
Perusahaan pengolahan nikel terintegrasi itu membuat program perbaikan kondisi lingkungan perairan dan pemulihan ekologis yang signifikan.
Hal ini dilakukan untuk melindungi dan memperbaiki kondisi ekosistem terumbu karang yang rentan terhadap perubahan iklim.
“Pulau Pasturi menjadi perhatian khusus bagi kami, mengingat posisi yang strategis sekaligus sensitif dari sisi konservasi,” ujar Aldico Satria Ganesa selaku Environment Specialist Harita Nickel dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Ia mengatakan bahwa Harita Nickel meninjau secara triwulan untuk memastikan seluruh aspek ekologis tetap dalam kondisi ideal.
“Oleh sebab itu, kami selalu melakukan pemantauan dan perawatan rutin agar ekosistemnya tetap sehat,” katanya.
Lebih lanjut, Aldico menyebut rehabilitasi Pulau Pasturi digarap sejak 2021 lalu. Selama tiga tahun berjalan, total area rehabilitasi telah mencapai sekitar 1.700 meter persegi.
Selain itu, tim lingkungan Harita Nickel juga telah memasang 2.600 reef cubes atau Artificial Reef, sebuah media habitat buatan yang berfungsi menggantikan struktur terumbu karang yang rusak.
Material reef cubes tersebut berasal dari slag nickel, sisa hasil pengolahan feronikel yang diolah kembali menjadi beton ramah lingkungan.
“Material slag nickel ini kami semen dan bentuk menjadi reef cubes. Fungsinya untuk menjadi rumah ikan dan pengganti struktur terumbu karang yang hilang,” jelas Aldico.
Selain memulihkan terumbu karang, Aldico menjelaskan bahwa Artificial Reef juga berfungsi sebagai tempat bertelur dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan.
Oleh karena itu, nelayan di Pulau Obi masih dapat memanfaatkan area perairan di sekitar lokasi rehabilitasi.
“Kita tidak pernah membatasi masyarakat untuk memanfaatkan hasil laut. Selama tidak mengganggu area inti, masyarakat bebas memancing,” pungkasnya. (**)
















