Diduga Kuat Korupsi DD, Desak Bupati Halsel Copot Kepala Desa Tawabi dan Perintahkan Inspektorat Audit Anggaran DD

  • Whatsapp

LABUHA, PilarAktual.com Masyarakat Desa Tawabi Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), menilai Kepala Desa (Kades) Ridwan Hi. Nen Telah menggelapkan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2017 Hingga 2021.

Pasalnya, Kepala Desa (Kades) Tawabi Ridwan  Nen, sejak tahun 2017 sampai pada 2021 setiap melakukan program-program berupa pekerjaan Fisik maupun Non Fisik di Desa, tidak pernah melalui Musyawarah (Musdes) dengan masyarakat maupun Kaur Pemeritah Desa.

Bacaan Lainnya

Wakil ketua BPD Desa Tawabi, Edy kepada media Pilaraktual.com melalui via Whadsap pada Selasa (15/6/2021) mengakatan, Untuk pengunaaan anggaran DD di tahun 2017-2018 dengan pekerjaan Fisik, semuanya tidak di tuntaskan,

Menurutnya, Pekerjaan di tahun 2017 tersebut kepala Desa (Kades) hanya menggunakan pekerjaan fisik Jalan dan pagar. Sementara di 2018 pekerjaan fisik yang di kerjakan hanya pembangunan Kantor desa, namun hanya sampai 70 Persen.

“Angaran dana DD dari 2017 itu semua tidak gunakan, Bahakan tidak melakukan Musdes dengan masyarakat, sedangkan di 2018 pekerjaan fisik hanya bangun kantor desa, anggaran sisa tidak lagi disampaikan ke masyarakat atau musdes,” Katanya.

Edy bilang, Angaran di tahun 2017-2018 pihak Inspektorat suda pernah melakukan audit dan sudah turun ke lokasi di desa Tawabi Kecamatan Kayoa untuk melakukan pemeriksaan atas pekerjaan tersebut.

“Tenyata hasil pemeriksaan dari Inspektorat di desa Tawabi Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan, telah menemukan bahwa pekerjaan di 2017 dan 2018, itu benar-benar tidak selesai. Namun kades beralasan bahwa pekerjaan itu akan dilanjutkan dengan tahun angaran di 2019, ini berarti dua tahun anggara tersebut di duga kuat kades telah melakukan tindak pidana korupsi,” Ujarnya.

Selain itu dia menuturkan, Sementara tahun angaran 2019 hanya di gunakan program pembangun lanjutan dari tahun 2017- 2018, Kemudian untuk anggaran tahun 2020, Post anggaran Pemuda, PKK, tidak terealisasi dan Honor guru Nagaji selama empat bulan tidak terbayar.

“Anggran 2019 hanya di gunakan program lanjutan dari tahun 2017-2018, dan 2020 ada berapa bidang kepala desa tidak realisasi dan tidak terbayar gaji honor,” Ucapnya.

Tidak hanya itu, Kata dia, Kepala Desa Tawabi di tahun 2020 tidak merelealisasi bantuan BLT  berjumlah 62 Kepala keluarga (KK).

“Jadi 2020 bantuan BLT sebanyak 62 orang, ternyata sampe saat ini kades tidak merealisasi ke masyarakat,” Bebernya.

Disusul lagi sambung Edy, di tahun 2021 bantuna langsung Tunai (BLT) untuk masayarakat Desa Toabi Kecamatan Kayoa dengan Jumlahnya KK yang sama, yakni 62 orang ternyata yang terealisasi, itu hanya 15 orang.

“Lebih parahnya lagi 2021 kedes hanya merealisasi sebanyak 15 Orang, tetapi faktanya ada 62 orang atau KK yang harus menerima bantuan tersebut,” Ungkapnya.

Diketahui lagi, selain bantuan BLT, kepala desa (Kades) tawabi telah mengadakan pungutan lair (Pungli) di masyarakatnya terkait dengan bantuan Exs pengungsi, dengan membebanka  warga sebesar Rp. 50 ribu, dengan berjumlah KK sebanyak 92 KK.

“Selain bantuan BLT, Kades Tawabi juga pungut biyaia di masyarakatnya dengam jumlah per KK 50 ribu, itu total dari 92 KK, baru sampai saat ini bantuan Eks pengunsi tidak terlihat,” jelasnya.

Kemudian sumber menyebutkan, Masyarakat Desa Tawabi ada persatuan di setiap orang sakit itu ada sumbangan yang di berikan kepada orang yang sakit atau sedang membutuhka.

“Ternyata sumbangan tersebut sudah di berikan oleh kepala desa, namun kepala desa tidak berikan kepada orang yang sementara sakit atau orang sedang membutuhkan bantuan tersebut.

Untuk itu mewakili masyarakat, meminta dan mendesak bupati Halmahera Selatan yang baru saja dilantik, Segera Copot kepala Desa Tawabi dan perintahkan kepala inspektorat agar melakukan audit kembali atas perbuatan tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh pemerintah Desa yakni kepala Desa Tawabi Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan.

“Diminta Bupati Halsel Hi Usman Sidik segera Copot kepala Desa Tawabi Ridwan Hi Nen, dan perintakan kepala Inspektorat untuk melakukan audit atas indikasi dugaan kasus korupsi yang dilakukan kepala Desa Tawabi,” Pintah Edy.

Sekedar diketahui, sementara berita ini di publis Kepala Desa Tawabi kecamatan kayoa Halmahera Selatan masih upaya dikonfirmasi. (Red)