KesehatanMitraPemerintahanPeristiwa

Desa Bentenan Satu Gelar Rembuk Stunting, Begini Strategi Tekan Gizi Buruk

561
×

Desa Bentenan Satu Gelar Rembuk Stunting, Begini Strategi Tekan Gizi Buruk

Sebarkan artikel ini
Desa Bentenan Satu Gelar Rembuk Stunting

Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Desa Bentenan Satu, Kecamatan Pusomaen, menggelar rembuk stunting di Balai Pertemuan Umum desa, Kamis (25/9/2025).

Agenda ini bukan sekadar rapat biasa, melainkan ruang diskusi sekaligus aksi nyata menekan angka stunting yang masih menghantui wilayah pedesaan.

Camat Pusomaen, Jountje Wahongan, menegaskan rembuk stunting harus dipahami sebagai gerakan serius.

Menurutnya, forum ini penting untuk menyatukan langkah semua pihak agar generasi Minahasa Tenggara bisa tumbuh sehat dan berkualitas.

“Rembuk stunting bukan sekadar formalitas, tetapi momentum nyata untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” tegas Wahongan.

Hukum Tua Desa Bentenan Satu, Fathan Modeong, menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, beban penanganan stunting tidak bisa hanya ditanggung pemerintah desa atau tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Keluarkan Imbauan Keamanan Menjelang Pengucapan Syukur

“Semua elemen harus bergerak, mulai dari perangkat desa, posyandu, hingga keluarga. Kalau hanya satu pihak, hasilnya tidak maksimal,” jelas Fathan.

Ia menambahkan, Puskesmas memiliki peran vital dalam memberikan edukasi masyarakat.

Materi yang dibawa pun bukan hal baru: mulai dari pola makan bergizi, pola asuh anak, hingga pentingnya pemeriksaan rutin untuk ibu hamil dan balita.

Rembuk stunting kali ini tidak sekadar berhenti pada diskusi. Pemerintah desa bersama masyarakat sepakat mengambil sejumlah langkah konkret.

Beberapa di antaranya, mendorong keluarga menanam sayuran bergizi di pekarangan, memperkuat posyandu sebagai layanan kesehatan dasar, serta memperhatikan sanitasi lingkungan.

Selain itu, tenaga kesehatan desa akan melakukan pemantauan rutin agar ibu hamil dan balita benar-benar mendapat perhatian maksimal.

Baca Juga :  Putra Kawanua Fasilitasi Kunjungan Wakil Dubes Belanda, Boltim Buka Peluang Investasi Internasional

“Kalau hanya sebatas wacana, tentu hasilnya tidak akan terlihat. Kita harus bergerak bersama, mulai dari rumah tangga, posyandu, hingga pemerintah desa,” kata salah satu kader kesehatan desa.

Acara ini dihadiri Camat Pusomaen Jountje Wahongan, perwakilan Puskesmas Pusomaen, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, hingga pendamping desa.

Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan keseriusan bersama untuk mewujudkan desa bebas stunting.

Program rembuk stunting sendiri merupakan strategi nasional yang kini diterjemahkan sampai ke level desa.

Desa Bentenan Satu menjadi salah satu yang aktif menindaklanjutinya dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara sebelumnya juga sudah mendorong kecamatan lain untuk lebih gencar menggelar rembuk serupa.

Baca Juga :  BP2RD Ternate Semena-Mena Pungut Pajak Galian C Tanpa Izin

Harapannya, langkah-langkah kecil di desa bisa membawa dampak besar bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah dan masyarakat optimistis angka stunting di Kecamatan Pusomaen bisa ditekan.

Lebih jauh, langkah ini diharapkan melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow