Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menerima kunjungan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka koordinasi pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan di wilayah Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Selasa (22/4/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Boltim itu dihadiri langsung oleh Bupati Oskar Manoppo, bersama Sekretaris Daerah Boltim, Iksan Pangalima, S.Pi., dan Kepala Dinas PUPR Boltim, Haris Sumantha.
Dari pihak provinsi hadir perwakilan UPTD Wilayah II serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan koordinasi yang diajukan Dinas PUPR Sulut kepada Pemkab Boltim.
Fokus pembahasan adalah progres pelaksanaan proyek jalan provinsi Modayag–Molobog yang berada di Desa Lanut, serta sejumlah kendala teknis yang dihadapi di lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran tim dari PUPR Sulut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor jalan.
“Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama yang menopang konektivitas antarwilayah serta memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Kerja sama ini kami pandang strategis dalam memastikan hasil pembangunan yang maksimal dan tepat sasaran,” ujar Bupati.
Proyek rekonstruksi ruas jalan Modayag–Molobog sendiri dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024. Pelaksana proyek adalah CV. Mitra Sejahtera, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.847.688.000.
Meski saat ini pengerjaan telah dimulai, terdapat sejumlah hambatan teknis di lapangan yang mengharuskan adanya penyesuaian jadwal pelaksanaan.
Oleh karena itu, koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran proyek.
Kepala Dinas PUPR Boltim, Haris Sumantha, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek, sekaligus berkomunikasi aktif dengan kontraktor dan pihak provinsi untuk memastikan tidak ada deviasi dari target yang telah ditentukan.
Sementara itu, Pemkab Boltim menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung seluruh proses pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Pemerintah berharap, keberadaan jalan yang baik akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi barang dan jasa.
“Dampak dari proyek ini akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, kami ingin agar setiap proses berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Boltim,” tutup Oskar Manoppo.
















