Boltim, PilarAktual.com – Komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ditunjukkan melalui penandatanganan perjanjian kinerja antara Bupati Oskar Manoppo dan seluruh kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (14/4/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi di sektor pendidikan dan disebut sebagai momentum penting untuk mewujudkan visi “Boltim Bangkit”.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusri Damopolii, menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama penandatanganan perjanjian dilakukan secara kolektif oleh seluruh kepala sekolah.
Menurut dia, ini bukan hanya dokumen administratif, melainkan ikatan moral dan profesional terhadap kualitas layanan pendidikan.
“Ini adalah langkah konkret mendukung visi Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku. Perjanjian ini bukan formalitas, tapi komitmen nyata untuk membangun pendidikan yang lebih baik,” ujar Yusri.
Salah satu target utama yang tertuang dalam perjanjian tersebut adalah menurunkan angka putus sekolah hingga nol persen.
Yusri menegaskan bahwa hal ini hanya bisa tercapai melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
“Perjanjian ini mengikat satuan pendidikan dengan pemerintah daerah untuk saling bertanggung jawab dan saling mendukung dalam misi memperbaiki kualitas pendidikan secara merata,” tambahnya.
Bupati Oskar Manoppo dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Pendidikan dan seluruh kepala sekolah yang hadir.
Ia menyebut, tahun 2025 adalah awal penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berorientasi pada integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Penandatanganan ini bukan hanya simbolik. Ini adalah awal dari tanggung jawab bersama untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan merata,” kata Oskar.
Ia menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan implementasi dari isi perjanjian tersebut berjalan sesuai harapan.
Dirinya juga optimistis bahwa para kepala sekolah memiliki kapasitas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
“Saya percaya komitmen yang tertuang dalam perjanjian ini akan diiringi dengan kerja nyata. Mari kita buktikan bahwa Boltim Bangkit bukan hanya slogan, tapi gerakan bersama menuju kemajuan pendidikan,” tegasnya.
Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi perubahan sistem pendidikan di Boltim, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam membangun pendidikan yang berpihak pada kualitas dan pemerataan.
















