Berita UtamaMaluku UtaraOpiniPolitik

Begini Profil Asmar Bani, Calon Bupati Halmahera Selatan 2024

1852
×

Begini Profil Asmar Bani, Calon Bupati Halmahera Selatan 2024

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa: (Balon Bupati Halsel Asmar Bani)

Nama Asmar Bani Akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik bumi Saruma. Pasalnya yang bersangkutan menyatakan siap untuk bertarung di pilkada Kabupaten Halmahera Selatan . Nah, anda ingin lebih dekat dengan sosok Asmar Bani?. Ini jalan hidupnya (Profil)  yang dirangkum oleh media ini, saat bertandang ke kediamannya di Jati Metro, Ternate, Maluku Utara, Minggu (17/03/2024) kemarin.

Asmar dilahirkan di Desa Soma, Makian Pulau pada 07 Oktober 1980. Ia menghabiskan masa kecilnya di Desa Soma. Sebagai anak seorang petani, Asmar menjalani hidupnya penuh sederhana dan dirundung keterbatasan ekonomi. Tetapi Asmar kecil sampai remaja sudah menonjolkan jiwa petarung, pekerja keras, ulet dan jiwa kepemimpinan. Masa-masa kehidupan yang keras di Desa Soma, Pulau Makian, Halmahera Selatan mampu membuat diri Asmar tumbuh secara alami dan dapat berjuang menggapai cita-citanya.

Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) di Desa Soma pada tahun 1993. Di tahun itu pula Asmar bertekad meninggalkan Desa Soma dan mulai berdiaspora. Ia melanjutkan pendidikannya pada tingkat pertama di SMP Negeri 1 Malifut dan lulus pada tahun 1996.

Selanjutnya Asmar melanjutkan pendidikan di tingkatan SMU, anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Bani Usman dan Hajija Hi Saleh ini berhasil menempuhnya pendidikan di SMA Negeri 1 Makian pada tahun 1999. Masa transisi antara anak lulusan SMA dan cita-cita ke Perguruan Tinggi menjadi sebuah dilema bagi Asmar dan orang tuanya. Namun berkat kegigihan dan kerja keras sebagai kaum pelosok, Ia mampu mendaftarkan dirinya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Khairun dengan biaya pas-pasan.  Pada tahun 2003 berhasil menyabet sarjana. Ia pun mengabdi pada almamaternya sebagai dosen. Merasa haus akan ilmu, pada tahun 2011 ia berhasil menyelesaikan studi Strata Dua (S2) di Universitas Perguruan Indonesia (UPI) Bandung.

Baca Juga :  Pertumbuhan Kinerja Perkuat Layanan Jasa Raharja bagi Masyarakat

Selama mahasiswa, lelaki yang akrab disapa Maros ini menceburkan diri di dunia aktivis. Ia sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan semakin kuat jiwa kepemimpinannya. Terbukti pada awal status kemahasiswaannya suda dipercaya sebagai Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unkhair pada periode 2001-2002. Ia juga dipercaya sebagai ketua PMII cabang Ternate pada tahun 2004-2005, salah satu organisasi otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang menggarap dunia kemahasiswaan. Lewat organisasi ini, Maros aktif dalam gerakan-gerakan prodemokrasi, menyuarakan aspirasi rakyat dan keummatan, membina para kadernya di PMII serta menguatkan jejaring sosial baik di kalangan elite maupun kalangan bawah. Pada masa itu, Ia dan kawan-kawanya sangat getol mengawal isu-isu kemanusiaan pasca Malut dilanda rusuh.

Dikalangan aktivis, Asmar terbilang memiliki kemampuan komunikasi aktif dan terbuka pada siapa saja baik sesama organisasi cipayung maupun kalangan elite. Ia cepat dan tangkas membaca problem sosial dan mampu menghimpun kekuatan organik untuk bergerak bersama menyuarakan problem pembangunan daerah, mampu mengelaborasi aktivitas membaca, diskusi dan gerakan. Ia juga mampu mengadvokasi kepentingan dan hak-hak arus bawa, pandai berkawan serta memiliki kemampuan merajut persaudaraan dan kekeluargaan. Asmar juga sangat aktif dalam program-program pendampingan masyarakat miskin bersama LSM/NGO diantaranya Elsil Kieraha dan UNDP.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Amankan  Sabu 5,88 gram dan Satu Buah Themask 

Mantan Wakil Dekan II FKIP ini juga perna masuk sebagai pengurus teras KNPI Malut. Sebagai aktivis yang lahir dari rahim NU, Ia  dipercaya Wakil Sekretris NU Malut, majelis pembina PKC PMII Malut dan Ketua Umum IKA PMII Malut sampai saat ini. Dengan jabatannya sebagai Ketua IKA PMII ini, Ia berhasil membangun sebuah Gedung yang dinamai Graha IKA PMII Malut, sebuah sentral interaksi ide kalangan muda NU Malut. Selain itu, bersama kawan-kawannya di IKA PMII mendirikan Kampus UNUTARA. Sebuah maha karya yang prestisius. Karya berdirinya kampus Unutara ini barangkali menjadi bukti sebagai seorang pendidik dan beban tanggung jawab pemecahan problem keummatan. Bukti bagaimana mengimplementasikan ide dan gagasan untuk ummat.

Dalam membangun karirnya di dunia pendidikan sebagai dosen, juga diserahi jabatan sebagai sekretaris penjamin mutu fakultas, sekretaris jurusan MIPA, sekretris lembaga penerbitan Unkhair serta Wakil Dekan II FKIP. Matang di dunia pendidikan, Ia masuk birokrasi, tepatnya ketika diminta membantu pemda Halsel di masa Bupati mendiang Usman Sidik, ia dipercaya sebagai sekretaris dinas PERKIM dan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kadis Perkim. Dengan karir seperti itu, Asmar dapat dianggap mampu menjaga keseimbangan sebagai seorang pendidik dan panggilan moral untuk mengabdi pada publik. Hasil dari berdedikasi tinggi.

Baca Juga :  Ghifar Bopeng Diduga Terafiliasi Dengan PT HNG Pada Proyek Bermasalah

Kini, di usia yang masih terbilang muda, sebuah cita-cita yang maha tinggi terlintas dalam benak dan pikirannya untuk menguatkan pengabdian pada publik, yakni mencalonkan diri sebagai calon Bupati Halsel. Barangkali rutinitas dosen yang bersiklus pada pengajaran, penelitian dan pengabdian, mampu memotivasi dirinya untuk meluaskan jalan pengabdian sebagai pemimpin rakyat. Bahwa dosen bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi memotivasi, menginspirasi membangun jiwa progresif dan menggerakkan orang demi perwujudan perubahan pembangunan yang nyata. Mungkin dengan cita-cita besar itu dapat mengejawantahkan penggalan sabda nabi; Khairunnas Anfa’uhum Linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain). (Tam)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow