PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Pemerintahan Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin (Bassam-Helmi) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara resmi memasuki satu tahun pada 20 Februari 2026.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, bersama ratusan kepala daerah lainnya, Bassam-Helmi dinilai belum mampu menuntaskan sejumlah program pembangunan.
Sejumlah program tersebut, disebut sebagai “warisan” kepemimpinan mendiang Usman Sidik, Bupati Halsel periode sebelumnya yakni 2020-2024.
Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, mempertanyakan kelanjutan sejumlah program yang sebelumnya telah dirancang pada masa kepemimpinan Usman Sidik.
Menurutnya, program-program itu harud dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah saat ini agar pembangunan daerah tetap berjalan sesuai rencana.
“Sudah hampir satu tahun kepemimpinan berjalan, namun beberapa program yang menjadi konsep pembangunan sebelumnya belum terlihat jelas progresnya di lapangan,” ujar Ady, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian adalah penataan kawadan ekonomi Labuha.
Pada masa pemerintahan Usman Sidik, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan UMKM Milenial yang dipadukan dengan penataan kawasan pesisir pantai guna meningkatkan daya tarik ekonomi dan pariwisata daerah.
Dalam rencana pembangunan tersebut, pemerintah daerah juga sempat memaparkan desain pembangunan fasilitas penahan ombak (breakwater) berbentuk bulan sabit yang berfungsi melindungi dermaga sekaligus memperindah kawasan pantai.
Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan icon kota berupa tulisan besar “Kota Labuha” serta penataan kawasan penunjang lainnya.
Namun, sebagian rencana tersebut belum terealisasi secara maksimal. Adi menilai percepatan pembangunan perlu dilakukan agar program yang telah direncanakan sebelumnya dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kelanjutan program pembangunan yang telah dirancang, sehingga harapan masyarakat untuk melihat Labuha berkembang sebagai pusat ekonomi daerah bisa terwujud,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan daerah, namun pemerintah diharapkan dapat menunjukkan langkah nyata agar program-program prioritas tidak tertunda terlalu lama. (**)
















