PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Dampak musim kemarau panjang mulai memukul sektor perikanan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Akibat cuaca ekstrem tersebut, pasokan ikan di pasaran menurun sehingga memicu lonjakan harga yang cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan Pilaraktual.com di Pasar Labuha, Kecamatan Bacan pada Minggu (8/11/2026) sore, suasananya tampak tidak sepadat biasanya.
Sejumlah meja pedagang terlihat kosong tanpa aktivitas, sementara lapak yang bertahan hanya menyediakan stok ikan dalam jumlah terbatas. Kenaikan harga pun terjadi merata pada hampir semua jenis ikan yang dijajakan.
Eni (37), seorang pedagang ikan di Pasar Labuha, mengungkapkan bahwa minimnya hasil tangkapan nelayan lokal selama musim kemarau menjadi pemicu utama meroketnya harga jual di tingkat pedagang.
“Pada musim kemarau seperti sekarang ini, harga ikan memang naik rata-rata di semua pedagang, karena stok dari nelayan sangat terbatas,” ungkap Eni saat ditemui di lapak dagangannya.
Untuk ikan cakalang, saat ini harganya sudah menyentuh angka Rp28 ribu per kilogram. Menurut Eni, harga ikan cakalang sangat bervariasi, tergantung pada ukuran.
“Untuk cakalang ukuran sedang sampai besar harganya bervariasi, ada yang dijual seharga Rp25 ribu, Rp50 ribu, Rp70 ribu, bahkan sampai tembus Rp100 ribu lebih per ekor kalau ukurannya memang besar,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat pada lapak ikan kecil yang biasanya dijual per wadah. Ikan tude dan ikan kombong yang biasanya menjadi alternatif lauk murah bagi masyarakat, kini dibanderol cukup tinggi.
“Untuk ikan tude sekarang satu tempat harganya Rp50 ribu. Begitu juga dengan ikan kombong, semangat. Sedangkan untuk jenis ikan momar ekor merah, harganya Rp20 ribu per tampa,” jelas Eni.
Ia menambahkan jika kondisi kemarau dan angin kencang terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan, tidak menutup kemungkinan harga ikan di Labuha semakin melambung tinggi.
“Di musim kemarau ini cari ikan betul-betul sengsara (susah). Kami berharap kondisi cuaca bisa segera membaik agar pasokan dari nelayan kembali normal dan harga bisa turun lagi,” pungkasnya. (Cidox)
















