Mitra, PilarAktual.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana berbeda terasa di Desa Bentenan Indah, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Semangat warga dan perangkat desa untuk menyambut momen bersejarah itu seakan membara.
Jalan-jalan desa yang biasanya tampak sederhana kini berwarna-warni.
Trotoar dicat ulang dengan dominasi merah dan putih.
Umbul-umbul terpasang rapi di sepanjang jalan utama, sementara bendera merah putih berkibar di depan rumah warga.
Tak hanya itu, kegiatan bersih-bersih lingkungan juga digalakkan, menjadikan desa terlihat lebih segar dan tertata.
Hukum Tua Desa Bentenan Indah, Dewi Sahelangi, mengungkapkan tahun ini persiapan terasa lebih spesial.
“Nah kalau sekarang, perangkat desa dan masyarakat sangat antusias. Mulai dari membersihkan halaman rumah masing-masing, kantor desa, sekolah, hingga tempat ibadah, semuanya ditata dengan ornamen proklamasi,” ujar Dewi saat ditemui di kantor desa, Jumat siang.
Ia menekankan bahwa persiapan HUT Kemerdekaan bukan hanya sebatas memasang bendera atau menghias desa. Lebih dari itu, momen ini adalah panggilan untuk merawat kebersamaan.
“Momentum HUT RI kali ini adalah bagaimana kita merawat kebersamaan, memelihara keberagaman, hingga mewujudkan rasa syukur,” katanya.
Selain mempercantik desa, pemerintah bersama masyarakat juga telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Agenda tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat desa, tetapi juga akan melibatkan partisipasi masyarakat di tingkat kecamatan.
“Kami ingin perayaan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat persatuan,” tambah Dewi.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pembangunan yang dirasakan masyarakat Bentenan Indah selama ini.
Menurutnya, sejumlah fasilitas publik yang hadir di desa tak lepas dari dukungan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
“Ini juga harus kita syukuri. Tetapi sebagai masyarakat kita juga harus mendoakan para pemimpin kita, mulai dari bupati, gubernur hingga presiden, agar senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan untuk membangun bangsa,” ungkapnya.
Bagi Dewi, kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial setiap bulan Agustus.
Ia menilai, semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah wujud nyata dari nilai-nilai kemerdekaan itu sendiri.
Di tengah riuhnya persiapan, suasana Desa Bentenan Indah seakan menyatu dengan semangat nasionalisme.
Anak-anak terlihat berlatih untuk mengikuti lomba, para pemuda sibuk mempersiapkan panggung kegiatan, sementara para ibu rumah tangga kompak menyiapkan konsumsi. Semua bergerak bersama, seakan satu tarikan napas.
Perayaan HUT RI ke-80 di desa ini tidak hanya menjadi simbol nasionalisme, tetapi juga cermin solidaritas masyarakat.
Di Bentenan Indah, kemerdekaan benar-benar dirayakan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
















