Minsel, PilarAktual.com – Suasana haru menyelimuti warga Desa Ongkaw Dua, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan, saat seorang anak berusia 10 tahun bernama Arijo Manolong, yang sebelumnya dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Arijo, atau akrab disapa Jojo, sempat membuat panik keluarga dan warga sekitar setelah keberadaannya tidak diketahui sejak Jumat siang.
Pihak keluarga segera melaporkan dan meminta bantuan masyarakat.
Pencarian dilakukan besar-besaran dengan melibatkan ratusan hingga ribuan warga dari Desa Ongkaw Dua serta masyarakat desa tetangga, seperti Ongkaw Satu, Ongkaw Tiga, dan Boyong Pante.
Upaya pencarian dipimpin langsung oleh Penjabat Hukum Tua Desa Ongkaw Dua, Lucky Theo Tambun.
Warga bergerak menyisir berbagai lokasi mulai dari area sekitar rumah korban di Jaga 9 dan 10, hingga lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir Jojo beraktivitas.
Sebelum pencarian dimulai, warga dan keluarga menggelar doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Sientje Korua Elias. Doa ini dilakukan berulang kali secara bergantian, sebagai bentuk harapan agar Jojo segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Doa menjadi kekuatan kami untuk tetap semangat. Semua orang bekerja tanpa pamrih,” ujar salah satu warga yang terlibat pencarian.
Proses pencarian berlangsung hingga larut malam.
Dengan penuh kesabaran, masyarakat terus bergantian menyisir hutan kecil, perkebunan, hingga sudut-sudut desa yang dianggap mencurigakan.
Setelah hampir 10 jam pencarian, tepat pada pukul 03.30 WITA dini hari, kabar gembira datang.
Jojo ditemukan oleh seorang warga bernama Esra Kumolontang bersama dua rekannya.
Lokasi penemuan tidak jauh dari rumah korban.
Kondisi Jojo saat ditemukan cukup lemah, namun selamat.
Keluarga langsung menyambut kepulangan Jojo dengan penuh rasa syukur.
Tangis haru pecah, tidak hanya di rumah keluarga, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang ikut berjaga sepanjang malam.
“Opa korban, Jhon Lepa, menyampaikan rasa syukur kepada Yesus Kristus dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta pemerintah desa yang telah bersama-sama berjuang mencari cucunya. ‘Kami keluarga sangat berterima kasih atas empati dan kepedulian semua pihak. Tanpa kebersamaan ini, Jojo mungkin sulit ditemukan secepatnya,’ ujarnya.
Peristiwa ini menjadi bukti kuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat pedesaan di Minahasa Selatan.
Pencarian dilakukan tanpa imbalan, dengan semangat gotong royong dan kepedulian sesama.
Kini, Jojo sudah kembali ke pangkuan keluarga. Meski lelah, senyum bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah kedua orang tuanya.
Bagi warga Ongkaw Dua dan desa tetangga, momen ini akan dikenang sebagai kisah tentang doa, kebersamaan, dan harapan yang akhirnya terwujud.
















