Mitra, PilarAktual.com – Suasana khidmat menyelimuti Soekarno Hall, ruang rapat DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (15/8/2025) pagi.
Semua undangan larut dalam suasana sakral ketika Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia diperdengarkan secara nasional, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli bersama Wakil Bupati Fredy Tuda duduk di barisan depan, menyimak dengan seksama setiap poin yang disampaikan Presiden.
Pidato tersebut memuat pengantar Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung lainnya.
Bagi Pemkab Mitra, momen ini bukan sekadar agenda tahunan.

Pidato Presiden menjadi landasan strategis untuk menentukan arah pembangunan daerah tahun depan.
“Arahan Presiden akan menjadi pedoman kami dalam menyusun program kerja yang realistis, efisien, dan tepat sasaran,” tegas Bupati Ronald usai rapat.
Rapat Paripurna istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, SE, didampingi Wakil Ketua Tonny Lasut dan Katrien Mokodaser.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, perwakilan Danramil Ratahan, serta pejabat Kejaksaan Negeri.
Dari jajaran eksekutif, hadir Sekretaris Daerah David Lalandos, pejabat tinggi pratama, para camat, hingga sejumlah hukum tua.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti sinergi antara legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum di Mitra.
Dalam pidatonya, Presiden RI menekankan pentingnya memperkuat ekonomi nasional, pemerataan pembangunan, dan pengendalian defisit anggaran.
Belanja negara, menurut Presiden, harus lebih produktif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, terutama di daerah.
Ketua DPRD Mitra, Sophia Antou, menilai momen ini bukan hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga pengingat perjalanan panjang bangsa.
“Kita telah 80 tahun merdeka. Perjuangan belum selesai. Persatuan dan kerja nyata dari pusat hingga desa harus terus terjaga,” ujarnya.
Acara yang berlangsung sekitar dua jam itu diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta rapat paripurna. Wajah-wajah penuh optimisme tampak menghiasi ruangan.
Pidato kenegaraan yang baru saja disimak diharapkan mampu menjadi pijakan bagi Pemkab Mitra dalam menyusun kebijakan 2026 yang lebih berpihak kepada rakyat.
Dengan semangat kemerdekaan yang telah berusia delapan dekade, Minahasa Tenggara bertekad mengawal program nasional dan mengimplementasikannya di tingkat lokal demi kesejahteraan masyarakat.
















