Penempatan unit Damkar ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bolmong dalam menjawab keluhan masyarakat Dumoga Raya yang selama bertahun-tahun menghadapi lambatnya penanganan kebakaran, baik di permukiman warga maupun lahan pertanian (karhutla).

Dalam sambutannya, Wabup Dony menegaskan bahwa keterlambatan penanganan kebakaran selama ini disebabkan oleh jarak tempuh yang jauh antara ibu kota kabupaten dan wilayah Dumoga Raya.
“Selama ini akses yang cukup jauh memang menjadi faktor utama lambatnya penanganan insiden kebakaran di Kecamatan se-Dumoga Raya,” ujar Wabup
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis yang menantang seringkali membuat unit Damkar tidak bisa merespons secara cepat, sehingga banyak kejadian kebakaran yang berakhir dengan kerugian besar bagi warga.

Penempatan unit Damkar ini diharapkan bukan hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di wilayah Dumoga Raya.
“Saya berharap kehadiran unit Damkar ini dapat menjadi bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat, serta meningkatkan rasa aman dan kepercayaan warga terhadap pelayanan publik,” pungkas Dony.
Dengan hadirnya fasilitas Damkar di wilayah tersebut, Pemkab Bolmong optimistis tingkat respons terhadap kebakaran akan meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
















