Polri Berpegang Teguh Menjaga HAM Untuk Menciptakan Kamtibmas

  • Whatsapp

JAKARTA, Pilaraktual.com – Polri dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meneken Memorandum of Understanding (MoU) Tentang Penegakan HAM di Indonesia.

Hal ini dalam rangka menjadi Nota kesepahaman dan menjadi wadah pertukaran data dan informasi, dalam penggunaan Labfor dan Inafis.

Bacaan Lainnya

Foto Istimewa Kapolri Listiyo Sigit Prabowo dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Jakarta Selatan (foto/Humas)

Dikesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengemukan, semangat dalam menjunjung tinggi HAM di Indonesia. Maka seluruh personel Polri mulai dari prajurit hingga level pimpinan bakal diberikan pemahaman soal menjaga hak asasi manusia.

Menurutnya, dengan ditanamkannya pemahaman soal menjunjung tinggi HAM maka kedepannya tidak adalagi celah-celah terjadinya pelanggaran.

“Pemahaman HAM akan diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga dilapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan,” kata Sigit Prabowo dalam acara MoU dengan Komnas HAM di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Lebih lanjut mantan Eks Kabareskrim Polri itu menekankan, saat ini Korps Bhayangkara bakal berpegang teguh untuk menjaga HAM dalam menjalankan tugasnya dalam menciptakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

“Saya sangat menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM RI dan Kepolisian. Kerjasama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas seperti Inafis, Labfor dan lainnya,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Sementara Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sangat mengapresiasi Polri atas penandatanganan nota kesepahaman. Olehnya itu ini bagian dari wujud nyata dalam transparansi Polri.

Dia mengakui, Di era kepemimpinan Kapolri Sigit Prabowo, Korps Bhayangkara saat ini semakin transparan dan lebih kooperatif dengan sesama lembaga maupun pihak eksternal.

“Kami merasakan ada komunikasi dan koordinasi yang baik maka kami sangat terbantu karena diberikan akses dan ruang yang cukup serta keterbukaan Polri,”Ujar Taufan.

Selain itu, kata Taufan, komunikasi di daerah sangat bagus. Dengan tantangan media dan keterbukaan maka kepolisia berani mendisiplinkan aparat yang salah merupakan suatu kemajuan.

“Adanya rekomendasi dalam upaya yang dilakukan perkembangan kemajuan dalam bertugas sangat baik,” tutup Taufan. (**/red)