PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Penjualan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, mencapai 306 ton.
Beras yang dijual, berukuran 5 kilo gram (Kg) dengan harga Rp65 ribu. Penjualan dilakukan sejak Agustus hingga Desember 2025.
“Dari Agustus sampai Desember, beras yang berhasil terjual kepada masyarakay, itu sebanyak 306 ton,” ujar Kapolres Halsel, AKBP Hendra Gunawan saat dihubungi, Senin (5/1/2026).
Dari total penjualan beras SPHP tersebut, Hendra mengungkapkan hasil yang disetor ke Perum Bulog sebanyak Rp3,5 miliar lebih.
“Penyetoran kami lakukan secara bertahap, dan terakhir itu di tanggal 25 Desember. Selanjutnya Bulog menyetor ka Kas Negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa beras SPHP merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Pangan.
Program tersebut bertujuan menjaga ketersedian dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia juga mengatakan, penjualan beras SPHP oleh Polres Halsel, melibatkan jajaran Polsek di setiap kecamatan.
“Sehingga Alhamdulillah, semua desa terdistribusi beras SPHP karena personel kami di setiap Polsek kami kerahkan untuk distribusi,” tuturnya.
Selain penjualan beras SPHP, Polres Hasel juga menggarap 53,3 hektare lahan tidur di 69 desa untuk program ketahanan pangan berupa penanaman jagung.
Hendra mengaku pihaknya mengalami beberapa kendala di lapangan. Karena tidak semua desa di Halmahera Selatan memiliki topografi yang baik.
“Kita di Halsel ada 249 desa, tapi semua belum tersentuh. Tapi kami tetap mengambil peran pembukaan lahan seluas-luasnya, dengan target 1 desa 1 hektare,” tandasnya. (**)
















