BoltimPemerintahanPeristiwa

Upacara Persemayaman Bendera Merah Putih di Boltim, Simbol Sakral Menyambut HUT RI ke-80

3811
×

Upacara Persemayaman Bendera Merah Putih di Boltim, Simbol Sakral Menyambut HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini
Upacara Persemayaman Bendera Merah Putih di Boltim, Simbol Sakral Menyambut HUT RI ke-80

Boltim, PilarAktual.com – Suasana sore di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terasa berbeda pada Sabtu (16/8/2025).

Dari Rumah Dinas Bupati hingga Kantor Bupati, langkah kaki barisan pembawa Bendera Merah Putih perlahan menelusuri jalur prosesi.

Warga yang hadir tampak hening, menyaksikan sakralnya Upacara Persemayaman Bendera Merah Putih yang digelar pemerintah daerah.

Rangkaian prosesi ini menjadi bagian penting dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tradisi persemayaman bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih lambang perjuangan, persatuan, dan identitas bangsa.

Dimana, upacara tersebut dimulai di Rumah Dinas Bupati.

Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, dengan khidmat menyerahkan Bendera Merah Putih kepada petugas upacara.

Baca Juga :  Kepala UPTD Pelabuhan Panambuang dan Stafnya Diduga Pungutan Distribusi BBM

Dalam suasana penuh keheningan, penyerahan itu dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab dan kepercayaan pemerintah daerah dalam menjaga kehormatan simbol negara.

Persemayaman Bendera Merah Putih di Boltim jadi simbol sakral penghormatan bangsa jelang HUT RI ke-80.

Tak lama kemudian, iring-iringan bergerak menuju Kantor Bupati.

Di sana, Bendera Merah Putih diterima langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah, M. Iksan Pangalima.

Proses serah terima itu menjadi momen penting, menandai kesiapan Kabupaten Boltim untuk menggelar upacara puncak peringatan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus.

Prosesi berlangsung dengan tertib. Sejumlah Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir.

Kehadiran mereka memberi makna lebih, bahwa penghormatan terhadap Bendera Merah Putih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga cerminan kebersamaan seluruh unsur daerah.

Baca Juga :  Resmikan Koperasi TP-PKK, Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Keluarga

Bagi masyarakat Boltim, persemayaman bendera ini bukan sekadar ritual.

Di balik prosesi itu, terkandung pesan mendalam tentang persatuan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Momentum 80 tahun kemerdekaan pun menjadi refleksi, sejauh mana bangsa ini mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah wujud kesiapan dan komitmen pemerintah daerah.

“Persemayaman Bendera Merah Putih adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada simbol negara. Ini juga tanda kesiapan kita menyambut HUT ke-80 RI dengan semangat kebersamaan,” ujar Oskar.

Esoknya, 17 Agustus 2025, Bendera Merah Putih yang disemayamkan itu akan kembali dikibarkan pada upacara puncak di Kantor Bupati.

Semua persiapan teknis, mulai dari pasukan pengibar bendera hingga rangkaian acara, telah disiapkan.

Baca Juga :  HUT ke-18 Boltim, Bupati Oskar Manoppo Serukan Kolaborasi Wujudkan Lompatan Kemajuan Daerah

Di tengah perkembangan zaman, prosesi seperti ini menjadi pengingat bahwa penghormatan pada simbol negara tetaplah relevan.

Ia adalah perekat identitas, sekaligus penguat semangat persatuan di tengah keberagaman.

Bagi Boltim, upacara ini tidak hanya ritual tahunan, melainkan momentum kebersamaan.

Sebuah momen ketika pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan masyarakat bergandengan tangan dalam semangat nasionalisme.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow