Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester II Tingkat Kabupaten di Ruang Rapat Kantor DPPKB Mitra, Kamis (14/11/2024).
egiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya menurunkan angka stunting di Mitra.
Acara diseminasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil audit kasus stunting yang telah dilakukan, sebagai penajaman terhadap intervensi spesifik dan sensitif guna mencegah kasus baru.
Dalam kajian audit ini, pihak DPPKB Mitra menganalisis kelompok sasaran yang rentan, termasuk pengantin baru, ibu hamil, ibu nifas, dan anak usia di bawah dua dan lima tahun (baduta/balita).
Sekretaris Daerah Mitra, David Lalandos, yang membuka acara diseminasi ini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung upaya penurunan stunting.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Audit Kasus Stunting, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Mitra, serta seluruh tim pakar dan teknis yang telah memberikan pendampingan. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan komitmen kuat,” ujarnya.
Lalandos menegaskan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama aparatur desa, dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Mitra.
“Dengan komitmen bersama, sinergi, dan dukungan nyata, saya berharap semua pihak terus bersemangat dalam mewujudkan Kabupaten Mitra bebas stunting. Ini membutuhkan kerja keras, terutama dari jajaran desa, untuk menurunkan angka stunting hingga titik terendah,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala DPPKB Mitra, dr. Helny Ratuliu, perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi, Technical Assistant Kabupaten Mitra, serta unsur TPPS dari tingkat kecamatan dan desa, kepala puskesmas, RSUD Mitra, petugas gizi, dan peserta lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan penyusunan rencana aksi untuk percepatan penurunan stunting di Minahasa Tenggara.
Dengan komitmen lintas sektoral, Pemkab Mitra berharap dapat menurunkan angka stunting, membangun kesadaran publik, dan memberikan motivasi untuk mempercepat capaian pembangunan kesehatan di wilayah tersebut.
















