Mitra, PilarAktual.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Rondo-Kaumpungan saat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara datang melayat atas meninggalnya Almarhumah Ibu Maria Kaumpungan, orang tua tercinta dari Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara, Vanda Rantung, SE.
Kehadiran pemerintah daerah dan para legislator menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang sedang berduka.
Dalam suasana penuh haru tersebut, Almarhumah dikenang sebagai sosok perempuan sederhana yang memiliki dedikasi besar bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian hidup Almarhumah Maria Kaumpungan.
Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, penuh kasih, serta aktif dalam pelayanan kerohanian di lingkungan Jemaat GMIM Sion Lowu Dua.
Tidak hanya menjadi figur ibu dalam keluarga, Almarhumah juga dikenal luas sebagai pelayan gereja yang setia.
Keterlibatannya dalam organisasi Wanita Kaum Ibu (WKI) menjadi bagian penting dari perjalanan hidup yang penuh pengabdian.
Berbagai kegiatan pelayanan dan pembinaan iman dijalani dengan tulus tanpa mengharapkan pujian.
Di mata banyak orang, sosok Maria Kaumpungan merupakan teladan perempuan Kristen yang mampu menghadirkan kedamaian dan semangat kebersamaan di tengah jemaat.
Ketekunan serta kesederhanaannya menjadi inspirasi bagi generasi muda maupun masyarakat sekitar.
Pemerintah daerah menilai, kontribusi Almarhumah dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat merupakan warisan berharga yang akan terus dikenang.
Nilai-nilai kehidupan yang diwariskan selama 81 tahun perjalanan hidupnya diyakini akan tetap hidup dalam hati keluarga, jemaat, maupun masyarakat Minahasa Tenggara.
“Beliau bukan hanya tiang doa bagi keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelayanan gereja dan pembangunan spiritual masyarakat,” ungkap salah satu pelayat yang hadir di rumah duka.
Kepergian Almarhumah meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar Rondo-Kaumpungan.
Namun di balik kesedihan itu, tersimpan rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani dengan penuh iman, kasih, dan pengabdian.
Bagi keluarga, Maria Kaumpungan bukan sekadar ibu, melainkan sosok penuntun yang selalu menghadirkan nasihat, kekuatan, serta doa dalam setiap perjalanan hidup anak-anaknya.
Keteladanan itulah yang kini menjadi warisan paling berharga bagi keluarga yang ditinggalkan.
Suasana rumah duka dipenuhi ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, hingga jemaat gereja.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Almarhumah merupakan pribadi yang dicintai dan dihormati banyak orang.
Kepergian Maria Kaumpungan memang meninggalkan kesedihan, namun jejak pelayanan, kasih, dan ketulusannya akan terus hidup sebagai inspirasi bagi masyarakat Minahasa Tenggara dalam menjalani kehidupan yang penuh iman dan pengabdian kepada sesama.
















