BATU BARA, PilarAktual.com – Persiapan menghadapi MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara 2026 makin intens. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kabupaten Batu Bara mengkarantina seluruh kafilahnya dalam Training Center selama 5 hari, 9-13 Juni 2026.
Program karantina ini sengaja dipadatkan. Tujuannya satu: mematangkan kemampuan teknis sekaligus menguatkan mental peserta sebelum bertarung di ajang provinsi.
Ketua LPTQ Batu Bara H. Al Asari menyebut keputusan menggelar TC adalah bentuk keseriusan Pemkab mendukung syiar Al-Qur’an. Semua cabang lomba, dari tilawah, tahfiz 1 juz hingga 30 juz, fahmil Qur’an, sampai syarhil Qur’an, mendapat porsi latihan terstruktur.
“Kami tidak main-main. Kalau mau bersaing di tingkat provinsi, pembinaannya harus beda. Anak-anak dilatih pelatih berkompeten, jam latihan diperbanyak, dan ada evaluasi harian,” kata H. Al Asari di lokasi TC, Selasa 10/6/2026.
Berbeda dari pembinaan biasa, TC kali ini menekankan kedisiplinan dan pembentukan karakter. Peserta digembleng pola hidup teratur, adab, dan manajemen emosi. LPTQ menilai mental bertanding sering jadi penentu saat lomba berlangsung.
Pantauan di lapangan, semangat peserta tinggi. Sejak pagi hingga malam mereka menjalani drill bacaan, setoran hafalan, hingga simulasi lomba. Para pelatih terus memberi koreksi detail, mulai dari makhraj, tajwid, hingga performa di atas panggung.
Batu Bara menargetkan posisi 5 besar di MTQ Sumut 2026. Target itu jadi pelecut bagi kafilah untuk bekerja keras. H. Al Asari meminta peserta menjaga kekompakan tim dan kesehatan selama TC.
“Jangan hanya mengejar piala. Yang lebih penting, lahir generasi Qurani yang berakhlak. Tapi kalau ikhtiarnya maksimal, insyaAllah prestasi akan mengikuti. Batu Bara harus diperhitungkan,” tegasnya.
TC ini sekaligus jadi ikhtiar LPTQ menumbuhkan kecintaan generasi muda pada Al-Qur’an. Dari karantina ini, diharapkan lahir qori-qoriah baru yang bisa jadi kebanggaan daerah.
















