Minsel, PilarAktual.com – Pemerintah Desa Durian, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan, tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur desa berupa pemasangan paving blok sepanjang 171 meter dengan lebar 4 meter.
Proyek ini dibiayai melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 dan telah dimulai sejak Sabtu (5/7/2025).
Penjabat Hukum Tua Desa Durian, Yoel Paisa, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah melalui tahapan perencanaan yang matang, termasuk rapat Musyawarah Desa (Musdes) bersama warga.

Dari hasil musyawarah tersebut, diputuskan bahwa pembangunan fisik tahun ini akan difokuskan pada pembuatan jalan paving blok dengan total anggaran sebesar Rp327.713.350.
“Pembangunan paving blok ini merupakan hasil dari perencanaan bersama dan prioritas desa untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang memadai,” ujar Yoel Paisa kepada wartawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pemenuhan target fisik tahunan, melainkan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup warga.
Akses jalan yang baik diyakini mampu memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan kegiatan ini. Dan ketika proyek ini selesai, mari kita jaga dan rawat bersama. Ini bukan milik pemerintah semata, tapi milik bersama yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Pemerintah desa juga memberikan imbauan khusus kepada pengguna jalan agar memanfaatkan infrastruktur ini secara bijak. Ia meminta agar jalan yang baru nantinya tidak disalahgunakan, terutama oleh kalangan muda.
“Kami minta agar jalan ini tidak dijadikan lintasan balapan liar. Selain membahayakan keselamatan, hal itu juga merusak fungsi utama jalan. Jalan ini dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat, bukan untuk aksi ugal-ugalan,” tambah Yoel.
Dengan rampungnya pembangunan ini nantinya, Pemerintah Desa Durian berharap jalur tersebut akan menjadi salah satu penunjang utama dalam aktivitas sosial-ekonomi warga.
Ketersediaan infrastruktur yang layak dinilai sebagai fondasi penting dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
















