Mengasah Skill Kejahatan Siber, Kasi Intel Kejari Halsel Terima Sertifikasi CHFI

  • Whatsapp

JAKARTA, PilarAktual.com – Menurut studi rutin The World Economic Forum (WEF), kejahatan siber (cybercrime) merupakan salah satu ancaman terbesar di dunia. Hal tersebut mendasari Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Fardana Kusumah, mengambil sertifikasi Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI) di EC-Council.

“Banyak modus operandi pelaku tindak pidana setiap harinya semakin beragam dengan teknologi canggih. Untuk itu, saya perlu mengambil sertifikasi CHFI sebagai bekal menghadapi tantangan global,” Ungkap pria yang akrab disapa Dana dalam keterangan rilisnya kepada wartawan, pada Senin (13/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Dana, peningkatan softskills tersebut, sesuai instruksi Jaksa Agung RI, Prof. S.T. Burhanuddin, terkait Rencana Strategis Kejaksaan RI tahun 2020-2024. Salah satunya, sasaran strategis utama organisasi yakni Peningkatan Profesionalisme Aparat (PPA) Kejaksaan RI.

“Sesuai arahan Bapak Jaksa Agung, setiap jaksa tidak cukup hanya belajar hukum, melainkan harus memiliki softskills,”Ujarnya pria kelahiran Bengkulu tersebut.

Diketahui sebelumnya, Dana sempat menimba ilmu di luar negeri untuk meningkatkan keahliannya di level internasional. saat dirinya mengikuti Short Course di Huaqiao University bersama aparat penegak hukum se-Asia tahun 2019. Kemudian setelah itu menerima beasiswa S2 kerjasama antara INTI-CGS dan Kejaksaan RI di Central China Normal University tahun 2020.

“CHFI merupakan salah satu sertifikasi IT security, dalam menangani kasus cybercrime. Pemilik sertifikasi ini dibekali pengetahuan mengenai proses penanganan insiden hacking dan cybercrime. Khususnya, teknik investigasi komputer (digital investigation). Baik itu pengumpulan dan pengamanan bukti, forensik digital, serta standar pemulihan data komputer serta perangkat mobile. (Red)